
Jakarta, Pahami.id —
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Unmemamerkan lusinan peluncur roket yang mampu membawa hulu ledak nuklir, menjelang kongres penting Partai Pekerja Korea.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea pada Kamis (19/2), 50 pesawat layang tersebut diserahkan oleh pekerja industri senjata Korea Utara dalam sebuah upacara pada hari Rabu.
Foto yang dirilis menunjukkan puluhan kendaraan peluncuran berjejer di alun-alun Rumah Kebudayaan Pyongyang, yang akan menjadi lokasi kongres.
Kim memuji peluncur tersebut sebagai senjata yang “luar biasa” dan “menarik”, dan mengatakan kongres mendatang akan menetapkan target baru di bidang militer dan pembangunan.
“Ketika senjata-senjata ini digunakan, tidak ada kekuatan yang bisa mengharapkan perlindungan Tuhan,” kata Kim, menurut KCNA, dikutip Al Jazeera.
“Ini benar-benar senjata yang tidak biasa dan menarik,” kata Kim, seperti dikutip Kantor Berita Yonhap Korea Selatan.
Kim juga menyebut peluncur itu sebagai senjata paling unggul di dunia karena serangan terkonsentrasi yang sangat kuat.
“Senjata-senjata ini cocok untuk serangan khusus yang sedang menjalankan misi strategis,” kata Kim, istilah yang biasa digunakan sebagai nama lain senjata nuklir.
Dia menambahkan bahwa senjata tersebut dilengkapi dengan “teknologi AI dan sistem panduan gabungan” dan akan berfungsi sebagai pencegah musuh.
Kim juga menyoroti kemajuan dalam berbagai proyek menjelang Kongres Partai Pekerja ke-9 bulan ini, yang secara luas dianggap sebagai acara politik paling penting di Korea Utara.
Dia mengatakan Kongres ke-9 akan menandai dimulainya fase baru inisiatif pertahanan independen. Selain itu, kongres juga akan mempercepat pembaharuan kemampuan militer secara berkelanjutan untuk menghadapi setiap ancaman dan tantangan eksternal.
Pertemuan politik tersebut diharapkan dapat menentukan arah kebijakan luar negeri Korea Utara, rencana perang dan ambisi nuklirnya untuk lima tahun ke depan.
Dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah melaporkan kedatangan delegasi ke acara tersebut, sehingga memicu spekulasi bahwa kongres dapat dimulai kapan saja.
(rnp/dna)
