Berita Israel Klaim Sukses Banjiri Terowongan Hamas Pakai Air Laut

by


Jakarta, Pahami.id

tentara Israel mengklaim mereka berhasil membanjiri terowongan Hamas di dalam Gaza dengan air laut.

Zaman Israel laporan uji coba militer Israel terbukti berhasil. Namun, rincian spesifik mengenai keberhasilan tersebut masih belum jelas, katanya Al Jazeera, Kamis (15/12).

Rencana Israel untuk membanjiri terowongan di Gaza dengan air laut menjadi perbincangan publik belakangan ini.


Pada hari Selasa, Jurnal Wall Street (WSJ) melaporkan Israel mulai memompa air laut untuk membanjiri terowongan Hamas.

WSJ, mengutip seorang pejabat AS, mengatakan prosesnya akan memakan waktu beberapa minggu.

Pejabat Gedung Putih juga menilai tindakan Israel dapat menghancurkan terowongan yang diduga digunakan Hamas untuk menyembunyikan sandera.

Namun pejabat lain menyatakan kekhawatirannya atas dampak pompa ini karena dapat membahayakan pasokan air bersih di Gaza.

Israel telah berupaya membangun sistem pompa air di Gaza sejak pertengahan November. Setidaknya ada lima pompa dengan saluran sepanjang 1,6 kilometer di sisi utara kamp pengungsi Al Shati.

Pompa tersebut dapat mengalirkan ribuan meter kubik air per jam dan dapat membanjiri terowongan dalam beberapa minggu.

Menanggapi rencana Israel membanjiri terowongan tersebut, keluarga sandera yang telah dibebaskan atau masih ditahan oleh Hamas mengaku khawatir. Mereka khawatir tindakan tersebut akan merugikan kerabatnya.

Sementara itu, Israel sebelumnya membantah pasukannya akan membanjiri terowongan Hamas dengan air. Mereka mengatakan akan menghancurkan kelompok oposisi dengan cara lain.

Terkait terowongan Hamas, Israel menggunakan alasan tersebut saat ingin menyerang RS Indonesia dan RS Al Shifa di Gaza.

Israel mengklaim Al Shifa memiliki terowongan yang terhubung dengan kediaman pemimpin Hamas. Mereka juga menuding RS Indonesia sebagai markas dan pusat komando Hamas.

Otoritas kedua rumah sakit tersebut kemudian membantah tuduhan Israel. Namun tentara Zionis terus menyerang.

(isa/dna)


!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);