Berita Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan

by
Berita Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan


Jakarta, Pahami.id

Otoritas Israel kembali memblokir akses bagi umat Islam yang ingin beribadah di Masjid Al Aqsa selama bulan suci Ramadan.

Kata mantan mufti agung Yerusalem Sheikh Ekrima Sabri Agensi Anadolu bahwa pihak berwenang Israel telah menyusun rencana penutupan Masjid Al Aqsa bagi umat Islam.


“Pihak berwenang Israel telah melarang puluhan anak muda memasuki masjid dan mengumumkan bahwa mereka tidak akan melonggarkan pembatasan di bulan Ramadhan bagi jamaah yang datang dari Tepi Barat,” kata Sabri, yang juga ketua Dewan Tertinggi Islam di Yerusalem.

Artinya akan ada pembatasan yang lebih ketat. Jumlah jemaah di Al Aqsa akan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu puasa di bulan Ramadhan, lanjutnya.

Ratusan ribu warga Palestina di Tepi Barat biasanya melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur selama Ramadhan untuk beribadah di Masjid Al Aqsa.

Namun, sejak invasi dilancarkan pada Oktober 2023, Israel memperketat pos pemeriksaan di Yerusalem dan membatasi akses warga Palestina di Tepi Barat ke wilayah pendudukan.

Dalam dua tahun terakhir, hanya sejumlah kecil warga Palestina yang diizinkan memasuki situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Otoritas Israel belum mengumumkan aturan khusus untuk Masjid Al Aqsa selama Ramadhan tahun ini.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel mengeluarkan perintah sementara terhadap pemuda Palestina di Yerusalem Timur, melarang mereka memasuki Masjid Al Aqsa selama Ramadhan. Beberapa larangan bertahan hingga enam bulan.

Kebijakan ini diambil setelah Mayor Jenderal Avshalom Peled diangkat pada awal Januari sebagai komandan polisi baru di Yerusalem Timur. Menurut surat kabar Israel Haaretz, penunjukan Peled di Yerusalem Timur dilakukan agar Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dapat bertindak lebih leluasa di lokasi tersebut.

Sejak tahun 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan ekstremis memasuki kompleks masjid, meskipun Departemen Wakaf Islam berulang kali melarangnya.

“Kami menyayangkan tindakan keras yang dilakukan otoritas pendudukan terhadap umat Islam yang datang ke Masjid Al-Aqsa,” kata Sabri.

“Pemerintah sayap kanan jelas bertujuan untuk menerapkan rencana agresifnya terkait Masjid Al Aqsa,” tambahnya.

(blq/asr)