Berita Inggris Larang Masuk WN Israel yang Serang Palestina, Uni Eropa Nyusul

by


Jakarta, Pahami.id

Bahasa inggris melarang warga masuk Israel yang melakukan kekerasan dan penyerangan terhadap rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan “mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga Palestina akan dilarang memasuki Inggris.” Langkah ini diambil ketika agresi brutal Israel terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat semakin gegabah.


“Pemukim ekstremis, yang menargetkan dan membunuh warga sipil Palestina, merusak keamanan dan stabilitas bagi Israel dan Palestina,” kata Cameron di situs media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada Kamis (14/12).

“Israel harus mengambil tindakan yang lebih kuat untuk menghentikan kekerasan pemukim (pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina) dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya. Kami melarang mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan pemukim memasuki Inggris untuk memastikan negara kami tidak menjadi rumah bagi mereka yang melakukan tindakan ancaman ini, ” katanya lagi.

Tak hanya Inggris, pada awal pekan ini Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan pihaknya juga akan mengusulkan pembatasan serupa.

Borrell tidak mengatakan sanksi apa yang akan dijatuhkan, namun para pejabat UE mengatakan sanksi tersebut akan mencakup larangan perjalanan ke negara-negara UE.

Pemukiman ilegal Yahudi merupakan salah satu isu paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad. Pemukiman ini dibangun di atas tanah Palestina yang direbut Israel pada Perang 1967.

Aneksasi Israel dianggap ilegal oleh komunitas internasional. Meski begitu, Israel terus memperluas permukiman di wilayah Palestina, khususnya Tepi Barat. Permasalahan pemukiman ini seringkali memicu kekerasan dan kerusuhan sosial lainnya antara Israel dan Palestina.

Data PBB menunjukkan serangan harian oleh pemukim Israel di Tepi Barat juga meningkat lebih dari dua kali lipat sejak invasi Tel Aviv ke Jalur Gaza.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy menanggapi langkah penting yang diambil salah satu sekutu negaranya.

“Kami menyesalkan semua kekerasan ekstremis. Tidak ada alasan untuk main hakim sendiri atau hooliganisme, dan kami akan terus menyerukan agar semua kekerasan ekstremis ditangani dengan kekuatan hukum penuh,” kata Levy.

Sejumlah negara yang bersekutu dengan Israel dan Amerika Serikat mulai terlihat semakin menjauh menyusul invasi yang semakin brutal di Jalur Gaza yang kini telah menewaskan lebih dari 18.700 orang.

Pada awal invasi Israel, mayoritas sekutu AS dan negara-negara Barat dengan lantang mendukung Tel Aviv dalam melancarkan operasi militer ke Gaza. Pasalnya, Israel dinilai dibenarkan melakukan apa pun untuk mempertahankan diri dan merespons serangan milisi Hamas, pemerintah Gaza, pada 7 Oktober.

Namun karena meningkatnya jumlah korban sipil di Gaza, beberapa negara mulai menahan dukungan dan mendesak Israel untuk melindungi warga sipil dalam operasi militernya. Bahkan beberapa negara sudah mulai menyuarakan dukungan terhadap gencatan senjata di Gaza.

(rds)

[Gambas:Video CNN]


!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);