Berita Inggris Krisis, PHK di Mana-mana & Angka Pengangguran Tinggi

by
Berita Inggris Krisis, PHK di Mana-mana & Angka Pengangguran Tinggi


Jakarta, Pahami.id

Bahasa inggris mengalami krisis ekonomi setelah pengangguran berada pada level tertinggi dalam hampir lima tahun dan menyebabkan pengurangan tenaga kerja oleh perusahaan.

Melansir laman AFP, Selasa (20/1), data resmi Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan tingkat pengangguran Inggris masih bertahan di angka 5,1 persen pada akhir tahun lalu.


Menurut ONS, angka pengangguran selama tiga bulan hingga akhir November tidak berubah dibandingkan kuartal yang berakhir 31 Oktober.

Data pengangguran terbaru mencakup periode menjelang pengumuman anggaran pemerintah Partai Buruh pada akhir November.

Dalam hal ini para pelaku usaha mengurangi jumlah pegawai karena mengharapkan adanya kenaikan pajak.

Data yang dirilis pada hari Selasa juga menunjukkan situasi terkini mengenai upah tenaga kerja.

“Laju pertumbuhan upah di sektor swasta telah turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara pertumbuhan upah di sektor publik masih berada pada tingkat yang tinggi,” kata direktur statistik ekonomi ONS, Liz McKeown, dikutip dari AFP.

Sementara itu, gambaran terbaru inflasi Inggris akan dirilis pada hari Rabu melalui data resmi bulan Desember.

Seiring dengan data pengangguran dan beberapa hal positif baru-baru ini terhadap pertumbuhan ekonomi, angka inflasi harga konsumen (CPI) akan digunakan oleh Bank of England untuk menentukan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

“Data pengangguran ini menunjukkan bahwa pertemuan kebijakan berikutnya pada bulan Februari mungkin terlalu dini untuk menurunkan suku bunga lagi,” kata Ashley Webb, ekonom Inggris di lembaga penelitian Capital Economics.

Namun, jika data inflasi CPI Desember tercatat jauh lebih rendah dari perkiraan Bank of England, maka ada kemungkinan penurunan suku bunga.

“Masih ada kemungkinan peluang penurunan suku bunga di Februari terbuka kembali,” ujarnya.

(rnp/bac)