Berita Ikuti Yordania, AS Bersiap Kirim Bantuan ke Gaza via Udara

by


Jakarta, Pahami.id

Presiden AS Joe Biden mengatakan negaranya akan mulai mengirimkan pasokan bantuan ke Gaza melalui udara. Hal itu ia sampaikan setelah lebih dari 100 warga Palestina tewas akibat penembakan massal Israel.

Pada Kamis (29/2), tentara Israel menembak warga Gaza yang sedang mengantri untuk mendapatkan bantuan. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan 112 orang tewas dan lebih dari 700 orang terluka akibat aksi militer Israel.


“Kita perlu berbuat lebih banyak, dan Amerika Serikat akan berbuat lebih banyak,” kata Biden di Gedung Putih saat mengawali pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, seperti dilansir AFP, Jumat (1/3).

“Dalam beberapa hari mendatang kami akan bergabung dengan mitra kami di Yordania dan negara-negara lain dalam memberikan bantuan pangan dan pasokan tambahan,” tegas Biden.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti tewasnya warga yang mengantri bantuan.

[Gambas:Video CNN]

“Terperangkap dalam perang yang mengerikan, tidak mampu memberi makan keluarga mereka, dan Anda melihat respons mereka ketika mereka mendapat bantuan,” kata Biden.

Untuk itu, Biden menyebut AS juga akan mempertimbangkan pengiriman bantuan ke Gaza melalui jalur laut. Hal ini terjadi di tengah peringatan dari banyak pihak bahwa Gaza berisiko mengalami kelaparan.

Biden juga menyadari bahwa masyarakat Gaza saat ini menghadapi kekurangan pangan, air, dan obat-obatan. Oleh karena itu, ia menekankan agar Israel membuka akses bantuan lebih banyak ke Gaza.

“Tidak ada alasan lagi karena kenyataannya akses bantuan yang masuk ke Gaza jauh dari memadai. Kehidupan orang-orang yang tidak bersalah dan anak-anak terancam,” kata Biden.

“Mudah-mudahan kita segera mengetahui kemajuan negosiasi menuju gencatan senjata enam minggu antara Israel dan Hamas.”

Sebelum AS, militer beberapa negara telah mengirimkan pasokan bantuan melalui udara karena sebagian besar konvoi bantuan darat terhenti. Jadi, bantuan itu dikirim ke Gaza dengan parasut.

Yordania telah melakukan banyak operasi serupa sejak pecahnya perang pada tanggal 7 Oktober, dengan dukungan dari negara-negara lain, termasuk Inggris, Perancis dan Belanda.

Mesir juga mengirimkan beberapa pesawat militer dalam serangan udara pada hari Kamis bersama dengan Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Amerika Serikat sebenarnya menjadi salah satu negara yang mendukung Israel sejak serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap negara tersebut pada 7 Oktober lalu.

Namun, AS baru-baru ini mendorong gencatan senjata dan mengurangi korban sipil. Ia juga memperingatkan bahwa Israel bisa kehilangan dukungan internasional jika terus menyerang Gaza.

Hingga Kamis (29/2), jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza mencapai 30.035 orang dan 70 ribu lainnya luka-luka. Kebanyakan korban yang terbunuh adalah anak-anak dan perempuan.

(AFP/Kris)


!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);