Jakarta, Pahami.id —
Tanah penggembalaan menolak tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal rumah sakit, setelah dia berulang kali mengancam akan mengambil alih wilayah tersebut atas dasar keamanan nasional.
Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook bahwa pemerintahnya menolak tawaran tersebut.
“Tidak, terima kasih,” kata Nielsen, dikutip Anadolu Agency.
Ia menambahkan, meski usulan Trump telah dipertimbangkan, Greenland memiliki sistem kesehatan masyarakat yang memberikan layanan medis gratis kepada seluruh warganya.
“Kami memiliki sistem layanan kesehatan publik di mana perawatan gratis bagi warga negara. Ini adalah pilihan yang disengaja,” kata Nielsen, dikutip Al Jazeera.
Nielsen juga menekankan bahwa Greenland tetap terbuka untuk dialog dan kerja sama.
“Tetapi berbicara dengan kami bukan sekadar melontarkan pernyataan sembarangan di media sosial,” ujarnya.
Sebelumnya, melalui Truth Social, Trump pada Sabtu (21/2) mengatakan bersama Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai perwakilan khusus Greenland, AS akan mengirimkan kapal rumah sakit ke pulau tersebut.
“Kami akan mengirimkan kapal rumah sakit besar ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan kurang terlayani di sana,” tulis Trump.
“Dalam perjalanan!!!,” tambahnya, mengutip AFP.
Postingan tersebut juga menampilkan gambar yang diduga dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Ilustrasi menunjukkan USNS Mercy sepanjang sekitar 272 meter, yang biasanya beroperasi di California Selatan, kini berlayar menuju kawasan pegunungan bersalju.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kembali menyatakan keinginannya agar AS menguasai Greenland, dengan alasan kekhawatiran keamanan terhadap Rusia dan Tiongkok.
Ia juga mengancam akan memberikan sanksi kepada negara-negara Eropa yang menolak rencana tersebut. Ancaman tersebut kemudian dicabut setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Trump mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan kerangka awal untuk kesepakatan mengenai Greenland dan kawasan Arktik, yang akan dibahas lebih lanjut oleh AS, Denmark, dan Greenland.
Dia juga mengatakan bahwa diskusi lebih lanjut akan diadakan mengenai sistem pertahanan rudal Golden Dome AS di Greenland.
(rnp/dna)

