Tanggerang, Pahami.id —
Ketua Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tangerang membenarkan menerima permintaan maaf dari tersangka Bahar bin Smith terkait dugaan kasus penganiayaan. Meski demikian, GP Ansor ingin Bahar tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum hingga selesai.
GP Ansor Kota Tangerang juga menyampaikan amanah terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo Subianto, dan DPR RI untuk memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus ini.
Permintaan maaf Bahar Smith bersama tiga tersangka lainnya sebelumnya disampaikan melalui rekaman video. Dalam video tersebut, mereka meminta maaf kepada korban dan GP Ansor Kota Tangerang atas penganiayaan yang mereka lakukan.
Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Midyani mengatakan, pihaknya menerima permintaan maaf tersebut dengan syarat tersangka tetap menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan, tidak ada ruang penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif dalam hal ini.
Terkait permintaan Bahar Smith dkk, sikap GP Ansor Kota Tangerang adalah memaafkan dengan satu syarat, yakni Bahar bin Smith harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terlebih dahulu, yakni melalui proses hukum yang berlaku di Indonesia, kata Midyani, Jumat (13/2).
Menurut Midyani, korban dan GP Ansor ingin kasus ini diselesaikan secara hukum agar seluruh pelaku bisa menjalani hukumannya. Ia pun menegaskan, belum ada kemajuan berarti dalam penanganan kasus tersebut sejak laporan disampaikan pada September 2025.
Saya kira, kalau Polres Tangerang Kota sudah tidak sanggup lagi menangani kasus ini, serahkan saja ke Polda atau Mabes Polri, ujarnya.
Selain itu, Midyani menilai keputusan penangguhan penangkapan tersangka menimbulkan kekecewaan bagi korban dan pihak yang mendampingi. Ia berharap polisi bisa memberikan perhatian lebih serius terhadap kasus ini.
Terkait tertundanya penangkapan Bahar bin Smith dan 3 tersangka lainnya, saya berharap Irjen Pol memberikan perhatian, dan juga kepada Presiden Prabowo Subianto, para korban ini juga masyarakat saudara, kata Midyani.
GP Ansor bersama Banser Kota Tangerang juga mengancam akan menggelar aksi damai jilid kedua di depan Mapolda Metro Tangerang Kota. Aksi ini direncanakan sebagai bentuk tekanan agar penegakan hukum dilaksanakan secara adil dan transparan.
“Tidak menutup kemungkinan kawan-kawan Anshor Banser akan melakukan aksi damai jilid kedua dan tuntutannya mungkin lebih besar, khususnya terhadap Kapolda Metro Kota Tangerang Kompol Jauhari,” ujarnya.
(Kamis/Senin)

