Berita Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza Diperpanjang Dua Hari

by

Jakarta, Pahami.id

Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua hari Semenanjung Gaza. Qatar selaku mediator perjanjian telah membenarkan kabar tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed-Al-Ansari, mengatakan kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata.

“Kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan selama dua hari tambahan di Jalur Gaza,” ujarnya dalam pernyataan, dikutip Al Jazeera.


Majed Al-Ansari mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa “kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan selama dua hari tambahan di Jalur Gaza”.

Dilaporkan Reuters, Layanan Informasi Negara (SIS) Mesir Diaa Rashwan mengatakan perpanjangan gencatan senjata akan mencakup pembebasan 20 sandera Hamas di Gaza. Sebagai imbalannya, 60 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel juga akan dibebaskan.

Gencatan senjata tahap pertama selama empat hari yang dimulai Jumat (24/11) lalu akan berakhir pada Senin (27/8) malam waktu setempat.

Sebelumnya, Hamas disebut menginginkan perpanjangan gencatan senjata selama empat hari, sedangkan Israel menginginkan perpanjangan hari demi hari.

Seorang pejabat Israel mengatakan Tel Aviv setuju untuk menambahkan satu hari gencatan senjata untuk setiap 10 sandera yang dibebaskan oleh Hamas. Sebagai imbalannya, jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan adalah tiga kali lipat jumlah sandera Israel yang dibebaskan dari Gaza.

Pada Minggu (26/11), Hamas membebaskan 17 orang termasuk seorang anak Israel-AS berusia 4 tahun, sehingga total sandera yang dibebaskan kelompok tersebut sejak Jumat lalu menjadi 58 orang.

Israel telah membebaskan 39 tahanan remaja Palestina, sehingga jumlah total warga Palestina yang dibebaskan berdasarkan perjanjian gencatan senjata menjadi 117 orang.

Berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata, Hamas akan membebaskan 50 perempuan dan anak-anak Israel pada tahap pertama. Tidak ada batasan dalam perjanjian mengenai jumlah WNA yang bisa dibebaskan.

Juru bicara pemerintah Israel mengatakan, saat ini jumlah sandera yang masih ditahan di Gaza berjumlah 184 orang, termasuk 14 orang asing dan 80 orang Israel berkewarganegaraan ganda.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan sedang meninjau daftar tahanan Palestina yang diterima dari Hamas, yang akan dibebaskan pada Senin (27/11).

Sejak invasi Israel ke Palestina pada 7 Oktober dan berlangsung selama 49 hari, jumlah warga Palestina yang terbunuh mencapai 14.800 orang. Akibat invasi ini, ratusan ribu orang juga mengungsi.

(Dna)


!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);