Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Dewan Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri mencarinya di kantor Sekuritas Aset Mirae kasus terkait kaldu goreng dan manipulasi harga IPO.
Penggeledahan dilakukan di kantor Mirae Asset yang berlokasi di Gedung Treasury Tower, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (5/3). Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga menyita sejumlah dokumen di beberapa kotak.
Mengikuti CNNIndonesia.com rangkum fakta terbaru kasus stok goreng Mirae Asset.
Daftar Isi
Dua orang menjadi tersangka
Direktur Eksekutif Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengatakan, tindak pidana pasar modal dilakukan Mirae Asset pada periode 2020 hingga 2022.
“Tersangka ada dua yang kita periksa dan kita naikkan statusnya, yakni Saudara AS dan Saudara M,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/3).
Daniel menjelaskan berdasarkan perannya, ASS merupakan Beneficial Owner PT BEBS dan MWK merupakan mantan Direktur Investment Banking di Mirae Asset. Keduanya, kata dia, melakukan insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi saham semu.
Kata dia, dalam kasus ini, penyidik OJK juga telah memeriksa total 25 orang saksi mulai dari Mirae Asset, PT BEBS, Bank hingga calon.
Manipulasi IPO hingga transaksi semu
Dia mengatakan, kedua pelaku melakukan perdagangan saham yang dalam pelaksanaannya menyajikan fakta material palsu untuk menipu investor agar membeli saham tersebut.
Perihal tidak melaporkan perusahaan afiliasi yang mendapat alokasi tetap dalam penawaran umum perdana (IPO) serta menyampaikan laporan penggunaan dana IPO yang tidak memenuhi persyaratan sebenarnya, jelasnya.
Selain itu, kata dia, OJK juga menemukan transaksi semu atau insider trading pada saham yang dikendalikan melalui jaringan afiliasi dan nominee.
Insider trading sendiri merupakan praktik ilegal dalam investasi saham. Dimana investor memperoleh informasi mengenai keuntungan dalam transaksi jual beli saham dari perusahaan terkait.
Berupa transaksi antar pihak terafiliasi yang melibatkan 7 entitas korporasi dan 58 entitas perseorangan nominee yang dilakukan oleh enam operator di bawah kendali tersangka, ujarnya.
Saham BEBS menguat 7.150 persen dengan valuasi Rp 14,5 T
Akibat manipulasi tersebut, Daniel mengatakan harga saham BEBS melonjak 7.150 persen dengan valuasi terakhir mencapai Rp 14,5 triliun.
Rentetan transaksi tersebut ditengarai menyebabkan harga saham BEBS di pasar normal naik signifikan sekitar 7.150 persen, ujarnya.
Dia menjelaskan, valuasi tersebut berasal dari total 2 miliar saham BEBS yang diperdagangkan di pasar bursa. Daniel mengatakan, saat ini OJK telah membekukan saham BEBS yang ditampilkan sebagai produk gorengan.
“Nilai totalnya 14,5 T saham yang kita bekukan, yaitu sekitar 2 miliar lembar saham dengan harga saham sekitar 7.000,” ujarnya.
Mirae Asset buka suara
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia buka-bukaan soal penggeledahan kantornya yang dilakukan Dewan Jasa Keuangan (OJK) dan Bareskrim Polri.
Manajemen memastikan akan menghormati proses hukum dan bekerja sama dengan proses hukum yang sedang berjalan.
“Sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerima kunjungan Bareskrim & OJK terkait klarifikasi dan pengumpulan informasi,” kata Manajemen dalam keterangan tertulisnya.
Mirae Asset mengatakan, proses penggeledahan siang ini merupakan kelanjutan dari perkembangan penyidikan kasus yang sudah berlangsung lama, tanpa memberikan rincian jelas terkait kasus yang disangkutkan.
“Perusahaan menghormati dan bekerja sama dengan pemeriksaan yang sedang berjalan dan mendukung penuh permintaan data dan informasi yang diperlukan,” jelas Manajemen.
(fra/tfq/fra)

