Berita Kapal Perang Iran Karam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS, 87 Awak Tewas

by
Berita Kapal Perang Iran Karam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS, 87 Awak Tewas


Jakarta, Pahami.id

kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran menggunakan torpedo, di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan serangan terhadap kapal perang Iran adalah “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II”.


“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang dianggap aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal tersebut ditenggelamkan oleh torpedo,” kata Hegseth dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP.

Hegseth menyebut serangan itu sebagai “kematian diam-diam”, sementara perwira tinggi AS Jenderal Dan Caine mengatakan itu adalah kapal selam AS pertama yang menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II.

Pentagon mengatakan salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran yang dilancarkan pada Sabtu (28/2) adalah memusnahkan angkatan laut negara tersebut.

Caine mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan lebih dari 20 kapal angkatan laut Iran, dan “secara efektif telah menetralisir, pada saat ini, kehadiran utama angkatan laut Iran di wilayah tersebut.”

Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan 87 jenazah ditemukan dan 32 pelaut berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.

Menurut pihak berwenang, fregat IRIS Dena, yang terletak 75 km dari Galle di Sri Lanka selatan, mengirimkan panggilan darurat antara pukul 6 dan 7 pagi pada Rabu (4/3). Kapal itu membawa sekitar 180 awak kapal.

Fregat Iran sedang dalam perjalanan pulang setelah berpartisipasi dalam Tinjauan Armada Internasional 2026 bulan lalu di kota pesisir Vishakapatnam di India timur.

Juru bicara angkatan laut Sri Lanka Buddhika Sampath mengatakan operasi penyelamatan itu sejalan dengan kewajiban maritim Sri Lanka.

“Kami menanggapi panggilan darurat ini sejalan dengan tanggung jawab internasional kami, karena insiden ini terjadi di wilayah pencarian dan penyelamatan kami di Samudera Hindia,” kata Sampath kepada AFP.

Bangkai kapal itu terjadi ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan hampir 800 orang lainnya.

Teheran membalasnya dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel dan aset-aset terkait AS di negara-negara Teluk.

(Dna)