Berita Fakta AS Rampas Kapal Tanker Berbendera Rusia sampai Dibantu Inggris

by
Berita Fakta AS Rampas Kapal Tanker Berbendera Rusia sampai Dibantu Inggris


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia yang melintasi Samudera Atlantik pada Rabu (7/1).

Penyitaan itu terjadi setelah AS menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk memburu kapal yang aslinya bernama Bella 1 itu.


Pada tahun 2024, AS menjatuhkan sanksi terhadap Bella 1 karena beroperasi di “armada bayangan” kapal tanker minyak ilegal Iran.

Penjaga pantai AS berusaha merebut Bella 1 pada bulan Desember, yang saat itu masih mengibarkan bendera Guyana dan sedang dalam perjalanan ke Venezuela. Namun Bella 1 berhasil mengelak dan berbelok tajam ke Samudera Atlantik.

Selama pelarian, para kru mengecat bendera Rusia di lambung Bella 1 dan mengganti nama kapal Marinera.

AS mengetahui hal ini karena terus melacaknya dengan bantuan Inggris.

Menurut laporan CNNAS sudah bersiaga di Inggris sebelum peristiwa pembajakan itu terjadi.

Pesawat V-22 Osprey telah aktif terlihat di Inggris selama beberapa hari terakhir, dengan data penerbangan menunjukkan mereka sedang melakukan misi pelatihan dari pangkalan udara Fairford.

Dua jet tempur AC-130 juga terlihat tiba di pangkalan Inggris Mildenhall pada akhir pekan.

Menurut pejabat AS, sebelum Bella 1/Marinera ditangkap, Rusia mengirimkan kapal selam untuk mengawalnya saat berlayar menuju Eropa. Namun belum diketahui seberapa jauh jarak kapal selam Rusia tersebut dari Bella 1/Marinera saat pembajakan terjadi.

Rusia mengutuk penyitaan kapal Bella 1, dan menegaskan bahwa “tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di yurisdiksi negara lain” berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menuntut AS mendeportasi warganya dan memastikan para awak kapal menerima perlakuan yang manusiawi.

Kapal Bella 1 sendiri diyakini tidak membawa minyak saat disita AS. Hal ini berbeda dengan Skipper dan Centuries, dua kapal tanker minyak yang juga dicegat oleh penjaga pantai saat AS meningkatkan tekanan terhadap Venezuela.

Menurut perusahaan analisis Kpler, Bella 1 telah mematikan Automatic Identification System (AIS), yaitu sistem pelacakan kapal yang harus dihidupkan saat berlayar.

Mematikan transmisi AIS adalah hal biasa bagi kapal yang membawa minyak mentah resmi Iran.

(rds)