Jakarta, Pahami.id —
Sejumlah dokumen hukum terbaru tentang pelanggar seks Jeffrey Epstein diungkapkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan melibatkan beberapa tokoh terkenal, salah satunya Elon Musk, miliarder dan CEO Tesla serta pemilik media sosial X (sebelumnya Twitter).
Serangkaian email mengungkapkan bahwa Musk pernah bertanya kapan “pesta paling gila” itu (pesta paling liar) akan diadakan di pulau pribadi Epstein.
Meskipun Musk belum dituduh melakukan kesalahan apa pun dalam kasus ini, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan komunikasi yang lebih intens daripada yang diakui Musk sebelumnya.
Dalam email tertanggal November 2012, Musk dan Epstein tampak merencanakan perjalanan. Musk secara khusus bertanya kepada Epstein: “Siang atau malam apa yang akan menjadi pesta paling gila di pulau Anda?”
Epstein kemudian menanyakan berapa banyak orang yang perlu diterbangkan ke pulau itu. Musk menjawab bahwa dia hanya akan datang bersama istrinya saat itu, Talulah Riley.
Email lain bertanggal Natal 2012 menunjukkan Musk merasakan kebutuhan akan hiburan setelah bekerja keras sepanjang tahun.
“Saya telah bekerja di ambang kewarasan tahun ini. Jadi, setelah anak-anak pulang setelah Natal, saya sangat ingin mengunjungi pusat pesta di St. Barts atau di suatu tempat dan bersenang-senang,” tulis Musk di akun media sosial X, seperti dilansir Forbes.
Ia juga menekankan bahwa “pengalaman pulau yang damai” adalah hal yang paling tidak ia inginkan saat itu.
Dokumen lain dari akhir tahun 2013 menunjukkan keduanya masih mendiskusikan rencana mengunjungi pulau tersebut sambil mengatur logistik dan tanggal.
Namun hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa Musk benar-benar pernah menginjakkan kaki di pulau Epstein.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu (31/1), Elon Musk menyatakan sadar korespondensi email tersebut dapat disalahartikan dan digunakan orang lain untuk mendiskreditkannya.
“Saya tidak peduli dengan hal itu (pencemaran nama baik). Namun, yang saya pedulikan adalah kami setidaknya berusaha mengadili mereka yang melakukan kejahatan serius bersama Epstein, terutama terkait eksploitasi brutal terhadap gadis di bawah umur,” kata Musk.
(Wow)

