Jakarta, Pahami.id —
Jutaan orang Iran Ia dikabarkan akan turun ke jalan untuk merayakan hari nasional Iran atau peringatan Revolusi Islam pada Rabu (11/2).
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, aksi ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang mendukung pemerintahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meski belakangan ini demonstrasi anti pemerintah semakin meluas dan memakan banyak korban.
Ya, besok akan ada demonstrasi besar-besaran. Ini demonstrasi pro pemerintah Iran, kata Boroujerdi kepada awak media pada peringatan Hari Nasional Iran dan HUT ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Jakarta, Selasa (10/2).
“Anda bisa melihat jutaan orang akan turun ke jalan besok pagi untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap pemerintah Republik Islam Iran,” tambahnya.
Boroujerdi tak menampik kemungkinan ada pihak yang tidak puas dengan situasi tersebut. Ia juga tidak menampik akan semakin banyak masyarakat yang memprotes situasi ini karena sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran.
Namun, menurutnya, masyarakat akan tetap mendukung pemerintah. Rakyat Iran, kata dia, tidak menginginkan perang dan tidak ingin wilayahnya terpecah belah.
“Mereka mendukung pemerintah karena mereka tidak ingin terjadi perang di wilayah tersebut,” kata Boroujerdi.
Dubes juga menyampaikan bahwa situasi di Iran saat ini kondusif. Warga beraktivitas seperti biasa, mulai dari membuka toko hingga berolahraga.
Masyarakat internasional di Iran juga bisa keluar masuk negaranya karena tidak ada penutupan wilayah udara.
“Ketika Anda pergi ke Teheran, ketika Anda pergi ke Iran, Anda dapat melihat semua toko buka. Orang-orang menjalani hidup mereka, bahkan saat ini, orang-orang bermain ski dan berenang dan semua olahraga,” kata Boroujerdi.
Dalam beberapa bulan terakhir situasi di Iran menjadi tegang. Gejolak bermula saat warga menggelar aksi unjuk rasa memprotes kenaikan inflasi pada akhir Desember tahun lalu.
Namun demonstrasi tersebut memicu kericuhan setelah beberapa fasilitas umum dirusak bahkan dibakar. Iran menuduh agen-agen Israel dan AS melakukan tindakan tersebut.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei kemudian mengumumkan bahwa dia tidak akan mentolerir pengunjuk rasa yang menyebabkan kerusakan.
Di tengah demonstrasi, Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum bahwa ia akan menyerang Iran jika mereka tidak berhenti melakukan penangkapan dan apa yang disebutnya membunuh para pengunjuk rasa.
Trump bahkan sesumbar telah mengerahkan kapal perang dan kapal induk ke perairan Timur Tengah. Ia juga menegaskan militer AS siap menyerang Iran kapan saja.
Namun pernyataan Trump adalah sebuah kebohongan. Sejauh ini, belum ada serangan terhadap Iran. Ia justru memperluas ancamannya dengan menekan Iran bahwa jika perundingan nuklir gagal, mereka akan siap menyerang.
(isa/rds)

