Berita Demo Membara, Iran Percepat Hukum & Adili Pengunjuk Rasa

by
Berita Demo Membara, Iran Percepat Hukum & Adili Pengunjuk Rasa


Jakarta, Pahami.id

Ketua Mahkamah Agung Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i mengatakan pengadilan akan memprioritaskan hukuman dan mengadili pengunjuk rasa menyusul demonstrasi yang berapi-api di negara tersebut.

Mohseni-Eje’i mengatakan mereka yang dituduh melakukan “kejahatan atau terorisme” akan ditangani sesegera mungkin.


“Siapa pun yang menyerang orang, aparat keamanan, atau fasilitas dan bangunan sambil membawa senjata atau dilengkapi dengan bahan peledak atau pembakar, dan melakukan tindakan kekerasan, tentu saja harus diprioritaskan untuk diadili dan dihukum,” katanya dalam laporan media setengah negara. Leluconyang dikutip CNNSelasa (13/1).

Mohseni juga mengatakan persidangan para pengunjuk rasa akan digelar di depan umum.

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS, lebih dari 18.137 orang telah ditangkap sejak protes dimulai.

Namun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Media pemerintah seperti IRNA Mereka juga tidak memberikan update karena internet di Iran terputus di seluruh negeri.

Saat ini, masyarakat Iran sedang khawatir setelah salah satu pengunjuk rasa, Erfan Soltani (26), dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Iran.

Hukuman mati di Iran merupakan hal yang lumrah dan biasanya dijatuhkan kepada mata-mata Israel atau orang-orang yang dianggap membelot.

Sejak akhir Desember, Iran dilanda demonstrasi massal. Awalnya mereka memprotes meroketnya inflasi, namun tuntutan tersebut meluas hingga menekan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk mengundurkan diri.

Khamenei mengatakan pihak berwenang tidak akan mentolerir pengunjuk rasa yang merusak infrastruktur dan mendukung Amerika Serikat.

Sejauh ini, menurut laporan, total 646 orang tewas dan ribuan orang ditangkap akibat aksi demonstrasi tersebut.

CNNIndonesia Sejauh ini kami belum bisa mendapatkan data perbandingan jumlah kematian akibat demonstrasi media resmi di Iran seperti IRNA, Mehr News, dan Fars, karena internet masih sepenuhnya down hingga halaman tidak bisa dibuka.

(isa/rds)