Jakarta, Pahami.id –
Ratusan demonstrasi siswa Menolak konfirmasi Tagihan tni Jadi undang -undang di depan gerbang Pancasila, kompleks parlemen DPR/MPR mulai memanas pada hari Kamis (3/20).
Ratusan siswa berasal dari dua kampus Jakarta, Universitas Nasional Jakarta (UNAS) mengenakan jaket hijau dan Universitas Trisakti dengan jaket dua jalan.
Menjelang siang sekitar jam 13:30, massa siswa dari UNAS mulai menyalakan api dan melemparkan botol ke dalam batu di gerbang. Mereka meminta agar undang -undang TNI yang disetujui segera dibatalkan.
Mereka memanggil uang pajak dari orang -orang untuk digunakan secara sewenang -wenang. Menurut siswa, tidak mungkin di masa depan uang yang akan digunakan dengan benar untuk merebut hak rakyat.
“Apa yang kami bayar untuk negara ini digunakan oleh mereka secara sewenang -wenang. Dan hak untuk bekerja kita dapat disita di masa depan, kehidupan para siswa,” kata seorang pukulan.
Dalam aksi tersebut, para siswa menyatakan penolakan RUU TNI. Mereka juga menyerukan supremasi publik dipulihkan.
Di masa lalu, DPR mengesahkan RUU TNI pada pertemuan Pleno ke-15 Sesi II 2024-2025.
RUU TNI berisi beberapa perubahan dalam perubahan sejak DPR dibahas dua minggu lalu. Namun, ada tiga artikel yang disorot, yang merupakan Pasal 7 yang terkait dengan tugas dan fungsi TNI dalam operasi selain perang (OMSP).
Kedua, ada Pasal 47 terkait penempatan militer aktif di posisi publik. Melalui ulasan tersebut, sekarang ada 14 lembaga pemerintah yang dapat ditempati oleh militer aktif dari 10 lembaga publik asli.
Ketiga, Pasal 53 terkait dengan perpanjangan usia pensiun. Perpanjangan usia pensiun dibagi menjadi tiga kelompok antara yang pertama dan menusuk, perwira tengah, dan pejabat tinggi.
(Thr/Kid)