Berita dari Tujuan hingga Alasan RI Ikut

by
Berita dari Tujuan hingga Alasan RI Ikut

Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan forum internasional baru yang disebut Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian, yang mengaku bertujuan menangani dan menyelesaikan konflik global.

Forum tersebut langsung menarik perhatian karena cakupannya yang luas, biaya keanggotaan yang mahal, dan daftar negara yang bergabung atau menolak.


Dewan Perdamaian awalnya dimulai oleh Trump sebagai bagian dari rencana gencatan senjata Gaza pada September lalu. Dewan ini awalnya dirancang untuk mengawasi demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza setelah perang.

Namun dalam perkembangannya, mandat forum tersebut berkembang menjadi organisasi internasional yang menangani stabilitas dan perdamaian di wilayah konflik di dunia.

Dalam rancangan piagam yang diperoleh CNNDewan Perdamaian disebut sebagai organisasi yang mempromosikan stabilitas, perdamaian dan pemerintahan di wilayah yang terkena dampak atau terancam konflik. Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua dewan tanpa batas waktu.

Trump menyebut forum ini sebagai langkah besar dalam diplomasi global.

“Ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Sudah lama sekali,” kata Trump dalam pidatonya pada peresmian Dewan Perdamaian di luar Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

1. Tujuan dan struktur Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian akan duduk di Dewan Eksekutif Pendiri yang berisi tokoh-tokoh penting pemerintahan Trump, seperti menantu Trump Jared Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Dalam pidatonya di Davos, Kushner menyebut perdamaian adalah hal yang berbeda dari bisnis. Dia mengatakan rencana induk pemerintahan Trump untuk Gaza tidak memiliki “rencana cadangan” selain upaya bertahap untuk mengakhiri perang dan mengubah wilayah tersebut.

Trump bahkan menyebut Gaza sebagai “properti yang indah” ketika berbicara tentang pembangunan kembali wilayah tersebut, menunjukkan pendekatan yang tidak lepas dari latar belakangnya sebagai pengusaha real estate.

2. Ketentuan keikutsertaan dan biaya keanggotaan

Keanggotaan Dewan Perdamaian terbatas. Negara-negara anggota akan menjabat selama tiga tahun, dan untuk memperoleh kursi tetap harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 16,82 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.826 per dolar AS).

Dana tersebut, menurut pejabat AS, akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi Gaza. Namun skema ini menuai kritik karena dianggap rentan terhadap penyalahgunaan dan memberikan ruang bagi politisasi dan korupsi.

Pernyataan Trump bahwa Dewan Perdamaian kemungkinan akan menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan diplomat, karena dianggap berpotensi melemahkan peran PBB yang telah berusia hampir 80 tahun sebagai kekuatan penjaga perdamaian dunia.

Lanjutkan ke berikutnya…