Berita Bentrok TNI-Polri di Papua Selatan Dipicu Miskomunikasi

by
Berita Bentrok TNI-Polri di Papua Selatan Dipicu Miskomunikasi


Jakarta, Pahami.id

Puspom Panglima TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan anggotanya melakukan perlawanan TNI Dan Kepolisian Nasional sekitar Batalyon 2 Area Marseling TP 819/PIBP, Kecamatan Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatandisebabkan oleh miskomunikasi.

Jadi wajar saja, tentara zaman sekarang masih muda. Jadi kadang tenaganya terlalu banyak dan ada miskomunikasi sedikit,” kata Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (13/2).

Namun, dia memastikan permasalahan tersebut sudah selesai dan telah dilakukan mediasi antara TNI dan Polri.


Jadi sudah diselesaikan dan dimediasi antara TNI dan Polri, ujarnya.

Kapendam XXIV/Mandala Trikora, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono sebelumnya menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari ulah pengendara sepeda motor yang beberapa kali melakukan penggerebekan dan melontarkan kata-kata tidak pantas di sekitar area penjagaan Yonif pada 6 hingga 11 Februari.

Kemudian Kamis dini hari, petugas keamanan menghentikan dan menahan satu orang untuk dimintai keterangan.

Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui yang bersangkutan merupakan anggota Polsek Polairud Mappi yang saat itu dalam keadaan dalam pengaruh minuman keras, kata Tri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/1).

Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polsek Mappi melakukan pertemuan dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Namun sekitar pukul 09.15 WIB, sekelompok masyarakat mendatangi area unit dan melemparkan batu.

Petugas di lapangan melakukan pengamanan sesuai prosedur. Berkat koordinasi cepat kedua lembaga, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa bertambah parah, ujarnya.

(tahun/bulan)