Jakarta, Pahami.id —
pegawai negeri sipil (ASN) yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (Komcad) harus mengikuti seleksi yang ketat.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan fisik dan psikis.
Calon peserta yang sudah mendaftar tetap harus melalui proses seleksi. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kebugaran jasmani, kata Kepala Biro Penerangan Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Kamis (26/2).
Rico menjelaskan, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan untuk memastikan ketahanan fisik para ASN yang akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran nanti.
Tak hanya seleksi kesehatan dan fisik, ia juga akan melakukan seleksi psikologis dan evaluasi mental ideologi.
“Seleksi psikologis, serta evaluasi mental ideologi untuk memastikan kesiapan peserta mengikuti pelatihan Komcad,” jelas Rico.
Rico menambahkan, Kementerian Pertahanan sendiri telah menyiapkan kuota sebanyak 4.000 orang bagi seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN untuk menjalani pelatihan melalui Komcad.
Pelatihan gelombang pertama rencananya akan diikuti 2.000 ASN dan digelar di lima lokasi yakni Pusdikkes, Skadik 301, Puslingual AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1.
Gelombang kedua sendiri akan diikuti ASN dengan jumlah yang sama dan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026.
Hingga hari ini, Kamis (26/2), sudah ada 987 ASN yang mendaftar mengikuti pelatihan sebagai Komcad. Ia mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April mendatang.
Ia berharap dengan pelatihan ini seluruh ASN dapat memiliki semangat dan semangat nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Sementara itu, Korps Marinir TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa seluruh konsep pelatihan yang diberikan Komcad bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak dimaksudkan untuk menjadikan ASN sebagai militer aktif.
Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara, sehingga ketika negara memanggil, mereka memiliki landasan latihan yang memadai, kata Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, Rana mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan materi dan fasilitas yang diberikan Pasmar I bagi ASN yang akan melakukan pelatihan Komcad di sana.
Rana juga membeberkan materi khusus Korps Marinir yang akan diberikan kepada peserta pelatihan ASN Komcad.
“Perbekalan khusus dari Marinir TNI Angkatan Laut, tentunya ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir,” kata Rana.
Materi khusus yang akan diberikan antara lain tentang penanaman karakter disiplin dan loyalitas yang tinggi, pembentukan mental pantang menyerah dan mudah beradaptasi terhadap tekanan, dasar-dasar bertahan hidup dan ketahanan di lapangan serta pengetahuan tentang kekuatan tim (esprit de corps).
Menurut Rana, pengetahuan tentang kekuatan tim perlu diberikan meski pesertanya berlatar belakang ASN.
“Kami juga memberikan ilmu penerapan nilai-nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” jelas Rana.
Tak hanya materi, Rana juga memastikan seluruh fasilitas terbaik mulai dari lapangan, barak, kelas hingga tenaga medis milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan pelatihan Komcad.
Meski seluruh konsep dan fasilitas pelatihan yang digunakan berstandar Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan terus menyesuaikan pola pelatihan bagi ASN.
“Akan ada penyesuaian aspek kenyamanan dan keamanan karena peserta berasal dari masyarakat,” jelas Rana.
Rana berharap seluruh fasilitas dan materi pembelajaran yang diberikan Korps Marinir dapat menunjang proses pelatihan ASN Komcad agar dapat berjalan maksimal.
(antara/sen)

