Jakarta, Pahami.id —
tentara Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur pada Jumat (29/5).
Dilansir AFP, serangan tersebut menewaskan tiga orang dan merupakan serangan fatal ketiga yang dilakukan AS di Pasifik dalam sepekan terakhir.
Dalam catatan di X, Komando Selatan AS menyebutkan kapal tersebut transit di sepanjang jalur penyelundupan narkotika di Pasifik Timur. Kapal tersebut diduga terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba.
Rekaman video penyerangan tersebut menunjukkan sebuah kapal terdampar di laut setelah terkena ledakan besar.
Setelah itu, rekaman tersebut memperlihatkan gambar lebih dekat dari reruntuhan yang tenggelam dan terbakar.
Hingga saat ini, jumlah korban tewas dalam serangan sepihak AS terhadap kapal-kapal di Pasifik telah mencapai 198 orang, sejak pemerintahan Trump memulai serangan pada September lalu.
Militer AS melancarkan operasi “Tombak Selatan” pada awal September 2025. Presiden Trump menegaskan bahwa AS secara efektif memerangi kartel narkoba yang beroperasi di Amerika Latin.
Namun, dari rangkaian serangan mematikan tersebut, pemerintahan Trump belum memberikan bukti konklusif bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba.
Pakar hukum dan kelompok hak asasi manusia mengatakan serangan itu bisa menjadi pembunuhan di luar proses hukum, karena diperkirakan menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS.
(Dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

