Berita Apa yang Terjadi usai Raja Charles III Divonis Mengidap Kanker?

by


Jakarta, Pahami.id

Raja Charles III menjadi fokus setelah Istana Buckingham Bahasa inggris mengumumkan dirinya mengidap kanker, Senin (5/2).

Pihak istana tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyakit kanker yang diderita raja Inggris tersebut. Mereka hanya mengatakan “sejenis kanker”.

Namun, sumber kerajaan yang mengetahui masalah tersebut menyatakan bahwa kanker yang terdeteksi di tubuh Charles III bukanlah kanker prostat.


“Yang Mulia memilih untuk membagikan hasil diagnosisnya untuk menghindari spekulasi dan dengan harapan dapat membantu pemahaman publik bagi semua orang di seluruh dunia yang terkena kanker,” menurut pihak istana.

Pihak Istana juga menyatakan bahwa Charles III harus menjalani perawatan agar ia sementara ‘cuti’ dari tugas publik.

Namun, mereka juga menyatakan bahwa Charles akan tetap menjalankan urusan kenegaraan dan kedinasan.

Lantas, apa jadinya jika Raja Inggris tidak bisa menjalankan tugas setelah didiagnosis mengidap penyakit kanker?

Menurut hukum kerajaan Inggris, ada ketentuan konstitusional yang berlaku jika raja untuk sementara tidak dapat menjalankan tugas resminya.

Pemerintah dapat menunjuk “anggota dewan nasional” atau anggota senior keluarga kerajaan untuk menggantikan raja untuk sementara.

Dilaporkan CNN, dua anggota dewan negara dapat ditunjuk untuk bertindak atas nama raja melalui surat paten. Mereka juga dapat membantu menjaga negara tetap berjalan selama raja dibebaskan dari tugas-tugas publik dan negara.

Penerus raja akan mempunyai kekuasaan untuk menandatangani dokumen, menghadiri pertemuan Dewan Penasihat, dan menerima duta besar baru.

Namun, mereka masih belum berwenang menjalankan beberapa peran dalam konstitusi, terutama terkait pengangkatan perdana menteri Inggris.

Penasihat negara di era Raja Charles III adalah Ratu Camilla, Pangeran William, Harry, Andrew, dan Putri Beatrice.

Jumlah tersebut bertambah setelah raja memperluas kelompok anggota keluarga termasuk saudara kandung, Putri Anne dan Pangeran Edward.

Jika opsi ini diterapkan dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, kecil kemungkinannya Harry dan Andrew akan ditunjuk sebagai anggota dewan negara bagian. Karena mereka tidak lagi bekerja sebagai bangsawan.

Selain itu, jika Raja benar-benar tidak mampu menjalankan tugas konstitusionalnya dan negara tidak lagi berfungsi dengan baik, kekuasaan dapat dicabut dan diambil alih oleh seorang bupati.

Berdasarkan Undang-Undang Kabupaten tahun 1937, pewaris takhta berikutnya adalah Pangeran William.

Namun, untuk melaksanakan tindakan tersebut, diperlukan bukti medis bahwa penguasa atau raja yang berkuasa tidak dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya karena alasan kesehatan, seperti kelemahan mental atau fisik, atau alasan lainnya.

Langkah ini juga perlu mendapat persetujuan dari panel yang terdiri dari Lord Chancellor, Speaker of the House of Commons atau ketua parlemen Inggris, Lord Chief Justice of England, Master of the Rolls, dan Ratu.

Panel harus menyatakan keputusan mereka secara tertulis dan juga menyatakan apakah Raja siap melanjutkan tugasnya atau kapan.

Selama proses ini berlangsung, Pangeran William yang sebenarnya adalah putra mahkota Inggris untuk sementara akan mewakili Raja Charles III.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);