Berita Antisipasi Serangan Drone Iran, Bandara Dubai Ditutup Sementara

by
Berita Antisipasi Serangan Drone Iran, Bandara Dubai Ditutup Sementara


Jakarta, Pahami.id

Untuk mengantisipasi serangan mode tanpa awak (drone) Iran menargetkan pangkalan Israel dan Amerika Serikat (Amerika Serikat) ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait, operasional penerbangan bandara internasional Dubai untuk sementara dihentikan atau ditutup.

Mengutip dari AFPkarena pengoperasian salah satu bandara tersibuk di dunia sebagai titik transit lalu lintas internasional dihentikan setelah sebuah benda dicegat oleh pertahanan udara di wilayah tersebut.


“Demi keselamatan penumpang, staf bandara, dan awak pesawat, operasional di Bandara Internasional Dubai (DXB) dihentikan sementara. Seluruh prosedur dikelola sesuai dengan protokol keamanan yang telah ditetapkan,” demikian keterangan resmi yang dimuat kantor media pemerintah di Dubai, Sabtu (7/3).

Ledakan terdengar di bandara Dubai, UEA. Seorang saksi mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu diikuti oleh kepulan asap di udara.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan beberapa pesawat mengelilingi bandara dalam pola menunggu (pola memegang).

Maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, yang berkantor pusat di Dubai, Emirates, juga mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan di wilayah tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Tolong jangan pergi ke bandara [Dubai]” kata maskapai itu.

Sebelumnya, Iran menyatakan angkatan lautnya melancarkan gelombang terbaru serangan drone yang menyasar Israel serta pangkalan AS di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait, Sabtu (7/3).

Gelombang serangan balik terbaru Iran terjadi pada hari kedelapan perangnya melawan AS-Israel sejak 28 Februari.

“Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan wilayah-wilayah pendudukan dengan gelombang besar serangan pesawat tak berawak,” kata militer dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi. IRNA.

Pernyataan itu mengatakan sasaran serangan itu termasuk pangkalan Al Minhad di UEA dan pangkalan lain di Kuwait, serta “fasilitas strategis” di Israel.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga mencegat enam drone yang menuju ladang minyak Shaybah. Semua drone dilaporkan berhasil dicegat.

Drone lainnya dicegat dan dihancurkan dalam serangan terpisah yang menargetkan ibu kota, Riyadh.

Kementerian Pertahanan Qatar juga melaporkan gelombang baru serangan drone pada hari Jumat setelah tengah malam.

Sepuluh drone ditembakkan dari Iran menuju Qatar. Sembilan dicegat dan dihancurkan, namun satu dilaporkan berhasil mendarat dan jatuh di daerah terpencil.

Serangan balasan Iran pada hari Sabtu juga dilaporkan menghantam Bandara Abu Dhabi, hotel mewah Palm Jumeirah dan Burj Al Arab, sementara puing-puing drone menyebabkan kebakaran di Konsulat Amerika Serikat di Dubai pada hari Selasa.

Namun, Iran membantah beberapa serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas sipil di negara-negara Arab, dan menekankan bahwa Teheran hanya menargetkan situs militer dan aset lain yang digunakan oleh Amerika Serikat.

Teheran menuduh beberapa serangan drone yang menargetkan fasilitas umum dan kilang minyak di Timur Tengah dilakukan oleh Israel dalam operasi false flag untuk menjadikan Teheran sebagai kambing hitam dan membenarkan negara-negara Arab menyerang Iran.

(afp/anak-anak)