Jakarta, Pahami.id —
Negosiasi antara Amerika Serikat Dan Iran Untuk menghentikan perang masih sangat sulit, terutama terkait pembahasan pengayaan uranium Teheran.
Iran sama sekali tidak setuju dengan usulan AS yang meminta Teheran menyerahkan uranium ke Washington.
AS sendiri bersikeras pada tiga poin perundingan, yakni Iran harus menyerahkan uranium yang mendekati pengayaan senjata nuklir, Teheran harus setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya, dan membuka kembali Selat Hormuz agar perjanjian perdamaian bisa berlaku.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan perundingan dengan Iran masih tertahan pada tiga poin tersebut, khususnya mengenai uranium.
“Saya kira saat ini, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu sudah dibahas dengan jelas, namun kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir atas sistemnya hingga pagi ini,” kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, dikutip dari Al Arabiya.
Rubio juga menegaskan kembali pernyataannya bahwa perang di Iran telah berakhir, meskipun Iran melakukan serangan terhadap bandara Kuwait dan menewaskan satu orang serta melukai 63 orang pada hari Rabu.
“Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Rage telah berakhir,” kata Rubio kepada panel tersebut, dan menegaskan bahwa AS telah meraih kemenangan.
“Kami mendefinisikan kemenangan (AS) sebagai kehancuran basis industri pertahanan mereka, pengurangan signifikan dalam jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, pengurangan signifikan dalam persediaan drone mereka,” kata Rubio.
“Dan kami mencapai semua itu, selain menghancurkan sisa-sisa angkatan udara mereka dan memusnahkan seluruh angkatan laut konvensional mereka.”
Iran sendiri belum setuju untuk menyerahkan uraniumnya kepada AS jika Washington tidak memenuhi persyaratan Teheran untuk melepaskan aset senilai US$12 miliar yang dibekukan oleh AS.
Iran juga menolak pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran pada akhirnya akan dimusnahkan.
Dampak perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari telah menyebar ke seluruh Timur Tengah. Negara-negara Teluk menderita karena Iran menargetkan sekutu AS di wilayah tersebut dan secara efektif memblokir jalur pelayaran minyak penting di Selat Hormuz
(baca/baca)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

