Jakarta, Pahami.id —
Universitas Al-Azhar Kairo sekali lagi memberikan apresiasi kepada Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam mempercepat dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berorientasi moderat (wasathiyah).
Al Azhar Kairo juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dalam melakukan percepatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, khususnya bagi ribuan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di universitas tersebut.
“Dukungan ini sangat penting untuk melahirkan ulama-ulama yang mumpuni di masa depan,” kata Wakil Syekh Besar Al Azhar, Prof Dr Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini saat menerima delegasi ASFA Foundation seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (9/2).
Sebagai informasi, delegasi tersebut terdiri dari 45 peserta short course (pendidikan intensif) yang merupakan pimpinan pondok pesantren dari 22 wilayah di Indonesia serta 150 mahasiswa Magister dan Doktor Al-Azhar penerima beasiswa Lazis ASFA.
Dalam nasehatnya kepada para kader ulama dan pimpinan pesantren, Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan yang komprehensif agar mampu menjawab tantangan masa kini.
“Ulama harusnya menjadi teladan. Jadilah ulama yang mengusung nilai-nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan fatwa. Menurutnya, terburu-buru tanpa memahami penyebab permasalahan dapat mendorong masyarakat menuju kemunduran.
Selain Prabowo, apresiasi juga diberikan kepada Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, H Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam). Al-Azhar menilai Haji Isam memiliki kepedulian yang luar biasa melalui pendampingan yang terus menerus terhadap mahasiswa internasional.
“Kami berdoa semoga Allah selalu melindungi beliau (Haji Isam), serta memberikan kemudahan dan taufik dalam segala ikhtiarnya. Dukungan beliau terhadap program kerjasama ASFA dan Al-Azhar sangat bermanfaat,” kata Syaikh Ad-Duwaini.
(Des/Senin)

