Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditahan pihak militer Israel akan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore.
Kedatangan WNI tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang.
“Pertunjukan Minggu sore sudah tiba,” kata Yvonne CNNIndonesia.com saat dimintai konfirmasi.
WNI tersebut kini berada di Türkiye setelah dibebaskan Israel pada Kamis.
Secara terpisah, Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo mengatakan, WNI tersebut akan menjalani proses pemeriksaan kesehatan, autopsi, dan testimoni sebelum dipulangkan ke Indonesia.
“WNI akan menyelesaikan proses administrasi dan akan segera dipulangkan jika seluruh proses sudah selesai,” kata Rizal.
Kesembilan WNI tersebut ditahan di perairan internasional oleh Israel saat berlayar dengan Global North Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza Palestina untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menerobos blokade Israel.
Israel kemudian membawa para relawan yang ditangkap, termasuk WNI, ke Pelabuhan Ashdod dan kemudian diproses di tahanan imigrasi Israel.
WNI tersebut adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Hurricane Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV Rahendro Herubowo, mantan jurnalis INews Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad (GP Global Peace Convoy Indonesia).
Selama dalam tahanan, sejumlah WNI mengalami penyiksaan mulai dari pemukulan hingga disetrum oleh tentara Israel.
(isa/bac)
Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google

