Jakarta, Pahami.id —
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif Al Alsheikh memerintahkan masjid memperpendek waktu antara azan dan ikamah pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026.
Arahan tersebut mencakup semua masjid yang sering dikunjungi jamaah haji di Mekah di wilayah pusat dan tempat-tempat suci.
“Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga jamaah haji dan mengurangi kemacetan pada musim haji 1447 Hijriah,” demikian bunyi laporan tersebut. Badan Pers Saudi (SPA), dikutip Kementerian, Rabu (20/5).
Dalam keterangan resminya, kementerian merinci waktu tunggu antara azan dan iqamah salat Subuh ditetapkan 15 menit, sedangkan untuk salat Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya dikurangi menjadi 5 menit.
Kementerian juga menyatakan bahwa kombinasi khotbah pada salat Jumat tidak boleh lebih dari 15 menit. Langkah ini untuk mempertimbangkan kondisi masyarakat dan meringankan beban jamaah di jam sibuk.
Arahan tersebut merupakan bagian dari rencana operasional yang diterapkan kementerian untuk melayani jamaah haji selama musim haji, sebagai respons terhadap peningkatan jumlah jamaah di wilayah tengah dan tempat suci.
Tujuannya untuk memudahkan pergerakan di dalam dan sekitar masjid serta menciptakan suasana yang nyaman bagi jamaah untuk beribadah dengan mudah dan tenang, lanjut kementerian.
Puncak ibadah haji tahun ini akan berlangsung pada 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 Hijriah.
Setiap tahunnya, jutaan calon jamaah haji mengunjungi Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Setiap tahunnya pemerintah memperbaiki atau meningkatkan fasilitas agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman.
(isa/bac)
Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google

