Todd Blanche, Eks Pengacara Trump, Resmi Jabat Jaksa Agung AS

by
Todd Blanche, Eks Pengacara Trump, Resmi Jabat Jaksa Agung AS

Todd Blanche, mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, secara resmi telah dikukuhkan sebagai Jaksa Agung AS. Konfirmasi ini dilakukan oleh Senat setelah proses pemungutan suara yang ketat, menandai transisi signifikan bagi Departemen Kehakiman AS.

Konfirmasi Senat dan Pujian dari Trump

Senat AS, yang saat ini dikuasai oleh Partai Republik, menyetujui pencalonan Todd Blanche dalam pemungutan suara pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Keputusan ini disahkan dengan selisih suara tipis, yakni 50 suara setuju berbanding 49 suara menolak. Presiden Trump menyambut baik hasil ini, menyebut Blanche sebagai “bintang.” Sebelum konfirmasi ini, Blanche telah menjabat sebagai Jaksa Agung sementara sejak Presiden Trump memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi pada bulan April lalu.

Penolakan Keras dari Partai Demokrat

Pencalonan Todd Blanche telah menghadapi penentangan sengit dari Partai Demokrat sejak awal. Mereka menuduh Presiden Trump berupaya mengubah Departemen Kehakiman Amerika Serikat menjadi alat politik. Senator Dick Durbin, seorang anggota Demokrat terkemuka di Komite Kehakian Senat, menyatakan pada hari Selasa sebelumnya bahwa “Jaksa Agung seharusnya menjadi pengacara rakyat.” Durbin lebih lanjut mengkritik Blanche, dengan mengatakan, “Blanche terus bertindak sebagai pengacara pribadi presiden, memperlakukan Departemen Kehakiman seperti firma hukum yang melayani satu klien – presiden,” seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Partai Demokrat juga mengaitkan Blanche dengan apa yang mereka sebut sebagai kampanye “pembalasan” Trump terhadap lawan-lawan politik presiden berusia 80 tahun itu.

Rekam Jejak dan Kontroversi Sebelumnya

Selain kritik dari Demokrat, Blanche juga menerima kecaman dari para korban Jeffrey Epstein terkait penanganannya terhadap rilis berkas investigasi mengenai pelaku kejahatan seksual tersebut, yang diketahui merupakan teman dekat Trump. Sebelum bergabung dengan Departemen Kehakiman, Blanche memiliki rekam jejak sebagai pengacara pribadi Trump dalam beberapa kasus penting. Ia mewakili Trump dalam persidangan di New York terkait dugaan “uang tutup mulut” yang dibayarkan kepada bintang porno Stormy Daniels. Selain itu, Blanche juga menjadi bagian dari tim pembela hukum dalam dua kasus federal yang diajukan terhadap Trump oleh penasihat khusus Jack Smith. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan salah penanganan dokumen rahasia setelah meninggalkan Gedung Putih dan upaya pembatalan hasil pemilihan presiden 2020. Kedua kasus federal tersebut dibatalkan setelah Trump memenangkan pemilihan presiden 2024.