Sejarah Agama Buddha Lengkap dari Kelahiran hingga Pencerahan

oleh
Sejarah Agama Buddha Lengkap dari Kelahiran hingga Pencerahan

Agama Buddha muncul pada abad ke-6 Sebelum Masehi dan pada awal kemunculannya memiliki keterkaitan erat dengan agama Hindu. Sosok pembawa sejarah agama Buddha adalah Siddharta Buddha Gautama yang awalnya merupakan seorang pangeran dari kerajaan Maghada.

Kelahiran dan Masa Muda Siddharta Buddha Gautama

Pencetus sejarah agama Buddha ini lahir pada tahun 560 S.M di Gana-Sangha, Kapilawastu, India Utara. Sang ibu, Maya, menceritakan bahwa sebelum mengandung, ia bermimpi seekor gajah putih masuk ke dalam rahimnya. Raja kemudian menanyakan mimpi tersebut kepada 44 orang brahmana terkenal di negerinya, yang kemudian meramalkan kelahiran seorang keturunan raja.

Kandungan berlangsung selama 10 bulan sebelum akhirnya Siddharta lahir. Namun, 7 hari setelah proses kelahiran, ibunda Siddharta meninggal dunia dan ia kemudian diasuh oleh bibinya. Meski demikian, ia tumbuh dengan kecerdasan di atas rata-rata dan bahkan berhasil menulis sebelum diajari oleh gurunya.

Ayahandanya melindungi Siddharta dari kehidupan luar istana dengan memperlakukannya secara manja dan penuh kemewahan agar keimanannya tidak terlemahkan. Siddharta akhirnya menikah dengan Gopa dan dikaruniai seorang anak bernama Rahula, yang berarti belenggu karena kehidupannya yang terkurung di dalam istana.

Peristiwa yang Mengubah Hidup di Luar Istana

Pada usia 29 tahun, Siddharta berhasil keluar istana beberapa kali dan menyaksikan 4 hal yang membuatnya ingin mengeksplorasi dunia luar. Pertama, ia melihat seorang kakek tua yang lemah. Kedua, ia melihat orang cacat tengah kesakitan. Ketiga, ia melihat orang menangis dalam duka dan prosesi pemakaman.

Keempat, ia melihat seorang orang suci yang tengah mengembara dengan mangkok derma di tangannya, yang membuatnya berpikir bahwa semua kesenangan hidup tidak berarti. Berkat keempat peristiwa tersebut, ia semakin bertekad untuk mencari pengetahuan akan kebenaran.

Pencarian Pencerahan dan Penyebaran Ajaran Buddha

Pada tengah malam, Siddharta meninggalkan istana bersama istrinya Gopa dan anaknya Rahula. Dalam perjalanannya, ia berguru kepada banyak pendeta Hindu yang melakukan tapa di hutan. Ia melatih konsentrasi dengan meditasi dan sempat hidup sangat miskin bersama 5 orang temannya, namun hal itu belum memuaskannya.

Siddharta kemudian pergi ke Bidhgaya dan bermeditasi selama beberapa tahun di bawah Pohon Bodhi. Di tempat inilah ia mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran sejati. Selama 3 malam berikutnya, ia melalui tahap pencerahan untuk melawan godaan mara, melihat lingkaran kehidupan dan kematian, serta memahami “Empat Kebenaran Mulia” (Keseluruhan Penderitaan, Asal-usul Penderitaan, Penyembuhan Penderitaan, dan jalan untuk menyembuhkan penderitaan tersebut).

Sejak peristiwa itu, ia menggunakan gelar Buddha yang berarti mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran sejati. Setelah diminta oleh Dewa tertinggi Brahma untuk membantu orang lain, ia menyebarkan ajaran tersebut selama 44 tahun dengan 5 orang pengikut pertamanya adalah teman-teman masa lalu yang hidup dalam kemiskinan. Siddharta akhirnya meninggal pada tahun 483 SM di Kusinagara.