Berita Waspadai Penumpang Gelap Reformasi Polri

by
Berita Waspadai Penumpang Gelap Reformasi Polri


Jakarta, Pahami.id

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman peringatan terhadap orang yang bersembunyi Reformasi kepolisian yang sedang dilakukan oleh DPR dan pemerintah.

Menurut Habib, kelompok menyimpang adalah mereka yang bersikeras agar reformasi Polri dipercepat, namun justru punya agenda pribadi seperti dendam politik pribadi.


Mereka adalah oknum-oknum yang mengaku ngotot ingin mempercepat reformasi Polri. Namun ternyata mereka punya agenda lain, kata Habib dalam postingan di akun Instagram pribadinya, Jumat (13/2).

Kata dia, yang mencuri bisa jadi adalah mantan perwira yang pernah punya kewenangan menentukan pengarahan Polri. Namun, kata Habib, mereka tidak berbuat apa-apa saat itu.

Kini, kata dia, kerap menyebarkan berita-berita yang mengkritik Polri tanpa memiliki data yang jelas dan bertanggung jawab.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, narasi yang mereka sampaikan berbeda dengan semangat reformasi Polri sebagaimana tertuang dalam Pasal 30 UUD 1945 dan TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000 yang merupakan kedudukan Polri di bawah Presiden.

“Dengan kekuatan pengaruhnya, mereka bisa mempengaruhi sebagian masyarakat. Jadi mereka mengatakan hal yang sama,” kata Habib.

Ia yakin narasi tersebut bisa melemahkan Polri dan juga pemerintahan Presiden Prabowo. Habib memahami bahwa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atau tidak bertanggung jawab bisa saja ada di semua institusi.

“Tetapi kita tidak bisa salah kaprah dalam mempercepat reformasi Polri. Kita harus terus mengawal percepatan reformasi Polri agar tetap dalam koridor konstitusi dan TAP MPR 7 Tahun 2000,” kata Habib.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya blak-blakan soal wacana pergantian kedudukan Polri di bawah kementerian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (26/1).

Listyo dalam kesempatan itu mengatakan, wacana tersebut bukan main-main. Ia mengaku juga mendapat pesan berisi tawaran menjadi menteri kepolisian.

Namun, dia tidak membeberkan pihak yang menawarinya posisi tersebut.

Listyo menegaskan, posisi Polri untuk tetap berada di bawah Presiden adalah harga mati. Bahkan, dia sudah menginstruksikan kepada anak buahnya bahwa kedudukan Polri tetap di bawah Presiden harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

“Kemarin saya sudah bilang, bahkan ada yang bilang ke saya lewat WA, ‘Mau Kapolri jadi Menteri Kepolisian’,” kata Listyo dalam pertemuan tersebut.

(fra/thr/fra)