Jakarta, Pahami.id —
Walikota New York City (NYC), Zohran Mamdani, melontarkan kritik pedas atas serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).
Mamdani menyebut operasi AS dan Israel sebagai “eskalasi bencana” dalam perang agresi ilegal.
Melalui postingan di platform X, Mamdani menegaskan, masyarakat Amerika sebenarnya tidak menginginkan adanya konflik bersenjata baru demi pergantian rezim.
Mamdani menekankan dampak kemanusiaan dan ekonomi dari serangan udara yang menargetkan kota-kota di Iran.
“Membom kota. Membunuh warga sipil. Membuka teater perang baru,” tulis Mamdani, seperti diberitakan Anatolia. “Rakyat Amerika tidak menginginkan hal ini. Mereka membutuhkan solusi terhadap krisis biaya hidup yang tidak terjangkau. Mereka menginginkan perdamaian.”
Kritik tersebut muncul setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada Sabtu pagi dengan dalih menghilangkan “ancaman” dari rezim Teheran, yang kemudian ditanggapi Iran dengan menghujani pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah dengan rudal dan drone.
Sebagai pemimpin kota metropolitan terbesar di AS, Mamdani memastikan langkah proaktif diambil untuk menjamin keselamatan seluruh warga New York di tengah situasi global yang semakin meningkat.
Mamdani telah berkoordinasi dengan Komisaris Polisi dan pejabat manajemen darurat untuk meningkatkan patroli di tempat-tempat penting. Secara khusus, ia menyampaikan pesan yang meyakinkan kepada warga New York keturunan Iran.
“Anda adalah bagian dari struktur kota ini, tetangga kami, pemilik usaha kecil, pelajar, seniman, dan pekerja. Anda akan tetap aman di sini,” tegas Mamdani.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan serangan balik mereka terhadap pangkalan militer AS dilakukan secara terukur.
Dia bersikeras bahwa target Iran terbatas pada situs militer dan tidak menargetkan negara tertentu di kawasan.
(Wow)

