Jakarta, Pahami.id —
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno buka suaramu tentang pertanyaan itu Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang disebut-sebut mengecilkan peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam menjaga perdamaian.
Havas, sapaan akrabnya, memberikan komentar tersebut usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI hari ini, Selasa (27/1). Dia menanggapi pertanyaan media yang menanyakan apakah BoP akan bersaing dengan DK PBB.
Sejauh ini Dewan Keamanan PBB belum berbuat apa-apa, kata Havas di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta.
Ia kemudian berkata, “Tahun berapa DK PBB didirikan?[Tahun 1945] Empat lima kan? Lalu apa yang telah mereka lakukan sejak tahun 1945 [Apa yang sudah mereka lakukan]? ini [BoP] Itu benar, jadi ayo kita coba dulu.”
Sejak Israel melancarkan agresi terhadap Palestina, Dewan Keamanan PBB mendapat kritik karena tidak berbuat banyak dan dianggap tidak berfungsi.
Salah satu tindakan yang mendapat kecaman adalah ketika Amerika Serikat berkali-kali memveto resolusi terkait Palestina dan dinilai merugikan Israel.
Sedangkan Peace Council merupakan inisiatif Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Tercatat 26 negara menjadi anggota organisasi ini termasuk Indonesia dan Israel.
Dalam kesempatan tersebut, Havas menegaskan bahwa setiap anggota memiliki suara yang setara dan setara.
“Di sana anggotanya mempunyai hak yang sama. Jadi bukan hanya Indonesia, tapi negara-negara Timur Tengah lainnya punya posisi yang disebut equal voice,” ujarnya.
Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi ini mendapat kritik tajam dari para pengamat. RI selalu vokal menyuarakan kemerdekaan Palestina, bahkan menyerukan penghapusan kolonialisme dalam konstitusi.
BoP juga mendapat kritik karena dianggap meremehkan peran PBB dalam menjaga perdamaian.
(isa/rds)

