
Jakarta, Pahami.id —
Parade sahur di jalan (SOTR) menggunakan suara bingkah dan ada tarian seksi lajangJatim membuat heboh dan viral di media sosial sehingga polisi turun tangan.
Mengutip dari detik Asia Timur, Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin mengatakan, SOTR ini tanpa izin pihak kepolisian atau pemerintah desa setempat.
Tanpa izin juga tidak kami izinkan. Kepala desa (Jatibanjar) pun tidak tahu, warga tahu, kata Chairuddin, Senin (23/2) seperti dikutip dari Asia Tenggara.
Chairuddin juga mengatakan hal serupa juga terjadi pada minggu pertama Ramadhan tahun lalu. Oleh karena itu, dia menyatakan Polsek Ploso mengambil langkah dini agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada Minggu berikutnya.
Tegasnya, Ramadhan kali ini dia akan mengambil langkah menunggu. Ia mengatakan, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengimbau masyarakat tidak mengadakan acara yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan.
“Ke depan pada Minggu pagi, kami berharap akan dilakukan patroli bersama dengan Polsek Kabuh dan melibatkan pemerintah desa. Kami mengimbau masyarakat jika berjalan pagi setelah sahur tidak perlu menimbulkan kebisingan,” jelasnya.
Chairuddin pun menyayangkan kehadiran waria yang menari seksi di upacara SOTR.
Informasinya spontan, dikira waria, tapi tidak etis kalau puasa seperti itu, ujarnya.
Sekretaris Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Hengki, membenarkan adanya aktivitas SOTR di jalan yang menghubungkan desanya dengan Sumbergondang pada Minggu (22/2) pagi. Ia menegaskan, bukan Pemerintah Desa Jatibanjar yang menggelar SOTR ini.
“(Tarian seksi) jangan seperti itu, bulan puasa seperti itu, tidak pantas,” jelasnya, Selasa (24/2).
Terpisah, pemilik sound horeg Aprelia Production, Aprelia menjelaskan, lebih dari 10 sound horeg ikut meramaikan SOTR. Dikatakannya, kegiatan ini dilakukan tanpa ada yang menyewa karena merupakan agenda sahur di jalan raya yang biasa dilakukan masyarakat sehat di Jombang.
“Tidak ada yang menyewa, sepertinya (pemilik) Jombang sering sarapan di jalan,” jelas Aprilia.
Sebelumnya, video viral di media sosial memperlihatkan ribuan orang berbaris menggunakan sepeda motor mengikuti mobil yang mengeluarkan suara keras.
Mereka melewati desa-desa dan persawahan dari saat hari masih gelap hingga hari terang. Dalam salah satu unggahannya, terlihat pula penari yang mengenakan pakaian ketat menari di depan sound system Aprilia Production. Terkadang para penari juga menerima saweran.
Peristiwa tersebut rupanya terjadi pada Minggu (22/2) di jalan yang menghubungkan Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Baca berita selengkapnya Di Sini.
(laki-laki/ugo)
