
Jakarta, Pahami.id —
Kediaman Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dicari Kejaksaan Agung (Kejagung) pada suatu ketika.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, penggeledahan dilakukan terkait dugaan kasus korupsi pengelolaan perkebunan dan industri sawit.
Benar, beberapa waktu lalu ada penggeledahan di beberapa tempat. Mungkin salah satunya di rumah yang disebutkan tadi, kata Syarief kepada wartawan, Jumat (30/1).
“Apakah itu persoalan tata kelola pertambangan? Bukan. Ini investigasi tata kelola perkebunan dan industri sawit,” sambungnya.
Syarief menjelaskan, penggeledahan dilakukan penyidik pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1). Setidaknya ada enam lokasi yang digeledah di wilayah Jakarta dan Bogor.
Syarief tidak merinci lokasi yang dicari. Dia hanya mengatakan, penggeledahan dilakukan di beberapa lokasi oleh pihak swasta dan pejabat kementerian terkait.
“Iya pejabat Kementerian. Kita belum bisa buka, tapi ada beberapa (lokasi), swasta, pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan perkebunan dan industri kelapa sawit terjadi antara tahun 2015 hingga 2024.
Penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan alat elektronik dalam penggeledahan tersebut.
“Ada beberapa, ada dokumen, ada bukti elektronik. Itu yang kita butuhkan. (Aset) belum,” ujarnya lagi.
Siti Nurbaya pun dimintai keterangan
Syarief mengatakan Siti Nurbaya akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi tersebut.
Nanti saya jadwalkan (ujian Siti Nurbaya), ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menggeledah empat lokasi terkait dugaan korupsi di Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Kabar penggeledahan itu dibenarkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Penggeledahan disebut dilakukan pada Rabu dan Kamis lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, dan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu. Kemudian dilanjutkan ke kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dan Bogor, Jawa Barat.
Terkait kasus Korupsi di Kementerian Kehutanan, ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (30/1).
(blq/dmi)
