Jakarta, Pahami.id —
Kedatangan terbaru kapal induk di timur tengah pada Rabu (28/1) menambah jumlah armada kapal perang Amerika Serikat yang telah tiba di daerah tersebut.
Pengerahan armada kapal perang ini dilakukan AS menyusul ancaman Presiden Donald Trump yang akan menyerang Iran.
Seorang pejabat AS mengatakan jumlah kapal perang AS di kawasan itu hingga Rabu mencapai 10 kapal.
Dikutip AFPJumlah tersebut hampir sama dengan armada kapal perang yang dikirim AS ke perairan Karibia saat hendak melancarkan operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal Januari lalu.
Armada kapal perang AS yang sudah ditempatkan di Timur Tengah antara lain kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa tiga jet tempur dan satu jet siluman F-35C.
Sekitar enam kapal perang, seperti tiga kapal perusak dan tiga kapal perang, telah tiba di kawasan tersebut.
“Armada yang sangat besar sedang menuju Iran,” kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social pada hari Rabu.
[Gambas:Video CNN]
“Sama seperti Venezuela, ini (armada AS) siap, bersedia dan mampu menjalankan misi penuhnya dengan cepat dan kuat jika diperlukan,” tambahnya.
AS memang memiliki beberapa pangkalan militer di Timur Tengah dan sekitarnya. Berikut titik-titik pangkalan militer termasuk pelabuhan AS yang tersebar di beberapa negara di kawasan.
Bahrain
Merupakan lokasi markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy’s Fifth Fleet). Wilayah tanggung jawab armada tersebut meliputi Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, dan sebagian Samudera Hindia atau luas sekitar 6,5 kilometer persegi.
Qatar
AS juga memiliki Pangkalan Udara Al Udeid seluas 24 hektar yang terletak di gurun di luar ibu kota Doha. Pangkalan ini merupakan markas depan Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM).
Dikutip Reuterskomando ini mengendalikan operasi militer AS di wilayah yang sangat luas, terbentang dari Mesir di barat hingga Kazakhstan di timur. Pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah menampung sekitar 10.000 personel.
CENTCOM pada bulan Januari mengatakan telah membuka sel koordinasi baru (MEAD-CDOC) di Al Udeid dengan mitra regional untuk memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi. Sel tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan berbagi tanggung jawab atas pertahanan udara dan rudal di kawasan Timur Tengah.
Lanjutkan ke halaman berikutnya >>>
Kuwait
Kuwait juga menjadi tuan rumah beberapa instalasi besar militer AS, termasuk Kamp Arifjan yang merupakan markas besar Pusat Angkatan Darat AS. Selain itu, di Kuwait juga terdapat Pangkalan Udara Ali Al Salem yang terletak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Irak dan dikenal dengan julukan “The Rock”.
Julukan tersebut diberikan karena lingkungannya yang terpencil dan keras.
Sementara itu, menurut situs resmi Angkatan Darat AS, terdapat juga Kamp Buehring, yang didirikan pada Perang Irak tahun 2003, yang berfungsi sebagai titik persinggahan unit Angkatan Darat AS yang dikerahkan ke Irak dan Suriah.
Uni Emirat Arab (UEA)
Salah satu sekutu terdekat Amerika di kawasan ini juga menjadi tuan rumah Pangkalan Udara Al Dhafra, yang terletak di selatan ibu kota Abu Dhabi dan digunakan bersama dengan Angkatan Udara UEA.
Pangkalan Al Dhafra adalah pusat penting bagi Angkatan Udara AS dan telah mendukung misi-misi utama melawan kelompok teroris ISIS serta berbagai operasi pengintaian di wilayah tersebut.
Sementara itu, Pelabuhan Jebel Ali di Dubai merupakan dermaga Angkatan Laut AS terbesar di Timur Tengah meski bukan pangkalan militer resmi, dan secara rutin menjadi pelabuhan persinggahan bagi kapal induk AS dan kapal lainnya.
Irak
Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer di Pangkalan Udara Ain Al Asad di Provinsi Anbar, Irak barat, untuk mendukung pasukan keamanan Irak serta berkontribusi pada misi NATO, menurut Gedung Putih.
Pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan rudal Iran pada tahun 2020 sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS.
Di wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara, Pangkalan Udara Erbil berfungsi sebagai pusat pasukan AS dan koalisi dalam pelatihan dan latihan tempur. Menurut laporan Perpustakaan Kongres AS tahun 2024, pangkalan tersebut mendukung upaya militer AS dengan menyediakan lokasi yang aman untuk pelatihan, pertukaran intelijen, dan koordinasi logistik di Irak utara.
Arab Saudi
AS juga memiliki pangkalan militer di Arab Saudi. Negeri Paman Sam bahkan memiliki sekitar 2.321 tentara yang beroperasi bersama pemerintah Saudi untuk memberikan kemampuan pertahanan udara dan rudal serta mendukung operasi pesawat militer AS.
Beberapa personel ditempatkan sekitar 60 kilometer selatan Riyadh, di Pangkalan Udara Putera Sultan. Pangkalan tersebut dimaksudkan untuk mendukung aset pertahanan udara Angkatan Darat AS, termasuk sistem rudal Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Yordania
Pangkalan Udara Muwaffaq al Salti, yang terletak di Azraq, sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota Amman, adalah rumah bagi Sayap Ekspedisi Udara ke-332 Angkatan Udara AS. Unit tersebut menjalankan berbagai misi di wilayah Levant.
Turki
Turki dan Amerika Serikat bersama-sama mengelola Pangkalan Udara Incirlik di Provinsi Adana, selatan Turki.
Pangkalan tersebut menampung hulu ledak nuklir AS dan telah digunakan untuk mendukung koalisi internasional memerangi ISIS di Suriah dan Irak. Selain itu, terdapat sekitar 1.465 personel militer AS yang ditempatkan di Türkiye.