Berita Ukraina Serang Rusia Pakai 500 Drone, 3 Orang Tewas di Moskow

by
Berita Ukraina Serang Rusia Pakai 500 Drone, 3 Orang Tewas di Moskow


Jakarta, Pahami.id

Ukraina melancarkan gelombang besar serangan drone di wilayah tersebut Rusia pada Minggu (17/5) dini hari waktu setempat.

Pihak berwenang Rusia mengonfirmasi bahwa mereka mencegat lebih dari 500 drone dalam salah satu serangan udara terbesar sejak konflik antara kedua negara dimulai.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh sedikitnya 556 drone yang tersebar di 14 wilayah Rusia, Semenanjung Krimea yang dianeksasi, serta wilayah Laut Hitam dan Laut Azov. Wilayah di sekitar ibu kota Moskow dilaporkan menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah.


Meluncurkan Perancis24Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, melalui saluran Telegram melaporkan bahwa serangan fajar tersebut menewaskan tiga warga sipil.

Seorang wanita tewas setelah sebuah drone menyerang sebuah rumah pribadi, sementara dua pria lainnya juga dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di pinggiran ibu kota.

Sementara itu di kota Moskow sendiri, Walikota Sergei Sobyanin melaporkan pertahanan udara berhasil menembak jatuh lebih dari 80 drone, namun puing-puingnya melukai 12 orang.

Salah satu serangan dilaporkan melukai beberapa pekerja konstruksi di dekat kilang minyak dan gas Moskow. Meski demikian, Sobyanin memastikan operasional kilang minyak tidak akan terganggu.

Serangan balasan ini menyusul pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berjanji akan membalas serangan Rusia di Kyiv yang menewaskan 24 orang beberapa hari sebelumnya.

Zelensky menegaskan bahwa strategi menyerang situs militer dan energi di Rusia “benar-benar dibenarkan” untuk melumpuhkan kemampuan pendanaan perang Moskow.

Gelombang serangan udara menandai berakhirnya gencatan senjata tiga hari yang disepakati untuk memperingati kemenangan Perang Dunia II, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun dilaporkan menemui jalan buntu. Kyiv dengan tegas menolak tuntutan maksimal Moskow atas penyerahan wilayah Donbas di Ukraina timur.

Para pengamat menilai terhentinya perundingan damai juga dipicu oleh pergeseran fokus geopolitik Amerika Serikat sebagai sekutu utama Ukraina.

Sejak akhir Februari, perhatian Washington dan dunia internasional sebagian besar tertuju pada eskalasi konflik besar baru, Perang AS-Israel melawan Iran.

(Wow)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google