Berita Trump Tambah Armada ke Timteng sampai Kim Jong Un Takut Diculik AS

by
Berita Trump Tambah Armada ke Timteng sampai Kim Jong Un Takut Diculik AS

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat mengirim armada perang tambahan ke Timur Tengah, di tengah ketegangan dengan Iran untuk beberapa waktu sekarang.

Sementara itu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut-sebut takut bernasib sama seperti Nicolas Maduro yang ditangkap dan diusir AS dari Venezuela.


Berikut komentarnya di International Flash hari ini, Kamis (29/1).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah mengirimkan kapal perang tambahan ke Timur Tengah, setelah rombongan tempur USS Abraham Lincoln tiba pada Senin (26/1).

Kapal perang Washington saat ini berkumpul di sekitar Teheran di tengah ketegangan baru-baru ini antara AS-Israel dan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS mengindikasikan bahwa mereka sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebagai respons terhadap tindakan keras Teheran terhadap pengunjuk rasa.

Iran telah diguncang demonstrasi besar-besaran sejak 28 Desember akibat krisis ekonomi. Demonstrasi tersebut, yang berubah menjadi tuntutan pergantian rezim, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut perkiraan pemerintah.

Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan bahwa dia tidak akan mengizinkan wilayah udara atau wilayah Saudi digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran.

MbS juga menyatakan dukungan Arab Saudi terhadap segala upaya “yang akan menyelesaikan perbedaan melalui dialog”, untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran MbS melalui panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (27/1).

Operasi dramatis yang dilakukan Amerika Serikat untuk mengusir Nicolas Maduro dari Venezuela disebut-sebut “membuat takut” pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dalam wawancara khusus, mantan diplomat Korea Utara Lee Il Kyu mengatakan serangan AS di Venezuela juga bisa menjadi skenario terburuk bagi Kim Jong Un.

“Kim pasti merasa bahwa apa yang disebut operasi ‘pemenggalan kepala’ itu mungkin terjadi,” kata Lee.

Lee, yang membelot ke Korea Selatan sejak November 2023, mengatakan penggulingan Maduro akan menimbulkan kepanikan di pemerintahan Korea Utara yang sadar akan keamanan.

Menurut Lee, Kim Jong Un akan merombak seluruh sistem keamanannya jika ada kemungkinan terjadi serangan terhadap dirinya.

(Dna)