Berita Trump Sesumbar Iran Memohon-mohon saat Kapal Induk AS Masuk Timteng

by
Berita Trump Sesumbar Iran Memohon-mohon saat Kapal Induk AS Masuk Timteng


Jakarta, Pahami.id

Presiden Donald Trump klaim pemerintah Iran berulang kali dipanggil untuk memohon perundingan ketika kapal induk AS memasuki perairan Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara dengan aksio Pada Senin (26/1), Trump mengindikasikan bahwa Teheran telah menghubungi Washington beberapa kali.


“Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka sering menelepon. Mereka ingin berbicara,” kata Trump seperti dikutip Berita Rubah.

Menurut para pejabat AS, setiap potensi kesepakatan akan mengharuskan Teheran untuk menghilangkan semua uranium yang diperkaya, membatasi produksi rudal jarak jauh, mengalihkan dukungan kepada kekuatan proksi regional, dan menghentikan pengayaan uranium independen. Persyaratan ini tidak disetujui oleh para pemimpin Iran.

AS dan Iran telah terlibat dalam perundingan denuklirisasi dalam beberapa tahun terakhir. Washington telah meminta Teheran menghentikan program nuklir dan pengayaan uraniumnya karena dianggap berbahaya jika digunakan sebagai senjata.

[Gambas:Video CNN]

Namun Teheran telah berulang kali mengatakan bahwa program nuklirnya adalah untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk membuat senjata.

Pernyataan Trump itu disampaikan usai ia mengirimkan armada kapal perang ke perairan Timur Tengah.

Dalam keterangan resmi Komando Pusat (CENTCOM), Senin, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta pasukannya telah tiba di Timur Tengah.

Trump, saat wawancara dengan aksiojuga mengatakan situasi di Iran tidak menentu. Bahkan, ia menggambarkan penyelesaian ini lebih besar dibandingkan penyelesaian di Venezuela.

Sejak protes massal terjadi di Iran. Trump telah berulang kali mengatakan bahwa AS juga akan menyerang negaranya jika mereka mengambil tindakan drastis seperti membunuh pengunjuk rasa.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan demonstrasi tersebut disusupi oleh agen Israel dan AS dan menimbulkan banyak kerusakan.

(isa/bac)