Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membual Iran sepakat untuk tidak memiliki senjata nuklir setelah negosiasi antara kedua negara untuk mengakhiri perang.
Trump mengaku mendapat jaminan dari Iran bahwa mereka tidak akan mengembangkan program pengayaan uranium menjadi senjata nuklir.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah sepakat, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara yang ditayangkan Fox News, Sabtu (30/5).
Selain menghentikan senjata nuklir Iran, prioritas AS saat ini, kata dia, adalah membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup sejak awal Maret.
Iran menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel mengebom negara itu pada tanggal 28 Februari. Sebagai bagian dari operasi balasan dan untuk menekan musuh-musuhnya, Teheran menutup jalur perdagangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga melonggarkan tindakan militer AS yang sebelumnya terkesan agresif untuk kembali menyerang Iran jika tidak memenuhi tuntutannya.
“Saya tidak terburu-buru. Perlahan tapi pasti, saya pikir kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda,” ujarnya, dikutip AFP.
Sejak perundingan dimulai, Iran kerap membantah klaim Trump, terutama terkait program nuklir. Dalam banyak kesempatan, mereka menekankan bahwa fokus utama mereka adalah mengakhiri perang, dan isu nuklir akan dibahas di lain waktu.
Masih mengenai Iran, salah satu sumber mengatakan Trump telah mengirimkan proposal baru kepada pemerintah yang berbasis di Teheran dengan tuntutan yang “lebih keras”. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai klaim yang dimaksud.
Pekan lalu, AS dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Washington mengklaim negosiasi mengenai program nuklir Teheran telah dimulai.
(isa/bac)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

