Berita Trump Kirim 5.000 Tentara AS ke Polandia, Ada Apa?

by
Berita Trump Kirim 5.000 Tentara AS ke Polandia, Ada Apa?


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan mengirim 5.000 tentara ke Polandiasetelah Kementerian Pertahanan atau Pentagon mengumumkan pengurangan pasukan ke negara-negara Eropa.

Dalam pernyataan di media sosialnya, Trump mengatakan pengerahan tersebut dilakukan karena hubungan baiknya dengan Presiden Karol Nawrocki.


“Berdasarkan keberhasilan terpilihnya Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan kita dengannya, saya dengan bangga mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 tentara ke Polandia,” kata Trump di Truth Social, Jumat (22/5).

Pentagon sebelumnya mengumumkan jumlah Brigade Combat Teams (BCT) di negara-negara Eropa akan dikurangi dari empat menjadi tiga. Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan keputusan itu diambil sebagai hasil dari “proses yang komprehensif dan berlapis-lapis” yang berfokus pada posisi AS di Eropa.

Pentagon tidak memberikan rincian mengenai jumlah pasukan yang akan terkena dampaknya. Menurut Parnell, pengurangan ini akan membuat jumlah pasukan AS kembali ke level tahun 2021 saat ini.

Pentagon juga menyatakan keputusan ini akan menyebabkan penundaan sementara pengerahan pasukan AS ke Polandia. Pentagon menolak mengomentari keputusan terbaru Trump.

Dilansir dari Politico, seorang pejabat Polandia dan perwakilan NATO yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengaku terkejut dengan keputusan Trump. Pasalnya, langkah tersebut diambil tanpa diskusi terlebih dahulu dengan sekutu.

Militer Polandia diberitahu pekan lalu bahwa Pentagon membatalkan pengerahan 4.000 tentara ke negara tersebut. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah laporan tersebut dan mengatakan pengerahan itu ditunda, bukan dibatalkan.

Keputusan penempatan tersebut menyusul pengumuman AS mengenai rencana penarikan 5.000 tentara dari pangkalan militer AS di Jerman. Trump sangat marah kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz karena menyebut Iran sebagai hal yang “memalukan” bagi AS, seperti dilansir New York Times.

(blq/dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google