Berita Trump Beber Alasan Ngotot Mau Rampas Uranium Iran: Buat Pencitraan

by
Berita Trump Beber Alasan Ngotot Mau Rampas Uranium Iran: Buat Pencitraan


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan upaya memburu uranium Iran yang diperkaya.

Menurut Trump, keinginan merebut uranium Iran sebagian besar ditujukan untuk kepentingan politik branding meski Israel, sekutu utama AS, menjadikannya salah satu target utama dalam serangan gabungan ke Teheran.


“Saya pribadi akan merasa lebih baik jika mendapatkannya, tapi saya pikir itu lebih untuk tujuan hubungan masyarakat atau pencitraan publik dibandingkan hal lainnya,” kata Trump. Berita Rubah Sean saat berkunjung ke China pada Jumat (15/5).

Opsi lain yang bisa kita lakukan adalah dengan mengebom (Iran) lagi. Tapi saya akan merasa lebih baik jika kita berhasil mendapatkannya (uranium Iran), dan kita akan mendapatkannya, jelasnya sambil menambahkan seperti dikutip AFP.

Sementara itu, dalam wawancara baru-baru ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu memicu perang “belum berakhir”.

Sebab, tujuan utama Tel Aviv adalah menghilangkan bahan nuklir yang dimiliki Iran.

Pada bulan Juni tahun lalu, Trump juga melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir utama Iran pada saat Republik Islam tersebut diserang hebat oleh Israel.

Trump mengklaim situs nuklir Iran “hancur total”, sebuah klaim yang berulang kali dia ulangi meskipun tidak didukung oleh bukti, terutama dari badan nuklir PBB.

Iran sendiri belum memastikan lokasi uraniumnya yang diperkaya tinggi. Beberapa ahli percaya bahwa material tersebut mungkin tersembunyi jauh di bawah tanah, sehingga akan sangat sulit untuk menangkapnya tanpa informasi intelijen yang sangat akurat.

Sekadar informasi, dalam beberapa tahun terakhir Iran sebenarnya sudah sepakat untuk tidak memperkaya uraniumnya hingga bisa mencapai senjata nuklir. Sebagai imbalannya, AS dan negara-negara Barat sepakat untuk mengurangi isolasi dan sanksi terhadap Teheran.

Namun, Iran mulai memperkaya uranium ke tingkat yang lebih tinggi dan mendekati tingkat senjata nuklir setelah Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden Barack Obama.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google