Berita Trump Bakal Jadi Pemimpin Seumur Hidup di Dewan Perdamaian

by
Berita Trump Bakal Jadi Pemimpin Seumur Hidup di Dewan Perdamaian


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi ketua seumur hidup di Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk menangani konflik di Gaza dan kemungkinan besar akan menangani konflik lainnya.

Dalam salinan surat dan rancangan piagam Dewan Perdamaian yang dilihat oleh Reuters, “Dewan Eksekutif Pendiri” atau dewan eksekutif akan dipimpin seumur hidup oleh Trump.

Menurut pernyataan Gedung Putih, dewan eksekutif mempunyai kendali atas anggaran dan akan menetapkan visi strategis.


Akhir pekan lalu, Trump mulai mengundang beberapa pemimpin dunia dan tokoh terkemuka lainnya untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian.

Trump awalnya memperkenalkan upacara tersebut sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas tahap kedua, untuk mengakhiri pembantaian Israel di Jalur Gaza.

Dewan Perdamaian dikatakan mengawasi peningkatan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, daya tarik investasi, pembiayaan skala besar dan mobilisasi modal di Jalur Gaza.

Namun dalam surat yang ditulis Trump kepada para pemimpin negara yang diundang untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, disebutkan bahwa ada “ambisi yang lebih luas” dari rencana Trump.

Dalam rancangan piagam yang dikirimkan ke sekitar 60 negara oleh pemerintahan Trump, setiap negara yang ingin menjadi anggota Dewan Perdamaian lebih dari tiga tahun wajib membayar US$ 1 miliar atau setara Rp 17 triliun.

Sementara itu, media Financial Times mengungkapkan bahwa piagam tersebut juga menyatakan “Dewan Perdamaian adalah organisasi internasional yang berupaya untuk mendorong stabilitas, memulihkan pemerintahan yang kredibel dan sah, dan menjamin perdamaian abadi di wilayah yang terkena dampak atau terancam konflik.

Dua sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa undangan tersebut mencakup “piagam” yang menguraikan mandat yang lebih luas untuk Dewan Perdamaian.

“Ini adalah ‘PBB Trump’, mengabaikan prinsip-prinsip dasar piagam PBB,” kata seorang diplomat yang mengetahui isi surat tersebut.

Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair akan menjadi salah satu anggota eksekutif dewan tersebut.

Selain Blair, beberapa nama yang juga merupakan anggota dewan eksekutif Dewan Perdamaian antara lain menantu Trump Jared Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Sementara itu, beberapa pemimpin nasional yang telah menerima undangan Trump ke Dewan Perdamaian antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Argentina Javier Milei, pemimpin Paraguay Santiago Pena, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Para pemimpin Perancis, Jerman, dan Australia juga disebut-sebut diundang untuk bergabung dalam dewan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi.

(dna/bac)