Berita Trump Ancam Gempur Iran Jika Nego Nuklir Gagal dalam 10 Hari

by
Berita Trump Ancam Gempur Iran Jika Nego Nuklir Gagal dalam 10 Hari


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam lagi Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai dalam waktu 10 hingga 15 hari.

Ancaman tersebut disampaikan Trump pada pertemuan pertama anggota House of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2).


Trump kemudian kembali menyombongkan serangan AS terhadap senjata nuklir Iran, yang dinilai berkontribusi terhadap upaya Teheran mencegah negara-negara Timur Tengah menyetujui perdamaian.

“Jadi, sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin membuat kesepakatan. Anda akan tahu dalam 10 hari ke depan,” kata Trump seperti dikutip Al Jazeera.

Trump terus menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Iran harus benar-benar mencapai kesepakatan.

“Jika tidak, hal buruk akan terjadi,” katanya.

Pernyataan Trump muncul ketika Iran dan AS terlibat dalam perundingan nuklir. PADA putaran pertama, diskusi berjalan baik dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan.

[Gambas:Video CNN]

Negosiasi selanjutnya di Jenewa juga berjalan dengan baik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mengatakan kedua belah pihak mampu mencapai kesepakatan luas mengenai serangkaian prinsip panduan kesepakatan.

Iran telah berulang kali mengatakan pihaknya setuju untuk membatasi pengayaan uranium dan membiarkan organisasi internasional memantau secara dekat program nuklirnya.

Namun Trump tetap menolak pengayaan uranium karena dianggap berbahaya. Dia juga ingin membatasi persenjataan rudal Iran, yang jelas-jelas ditolak oleh pemerintah yang berbasis di Teheran.

Di tengah perundingan ini, ancaman AS terhadap Iran terus berlanjut. Trump telah mengerahkan dua kapal induk ke perairan Timur Tengah dan berulang kali mengatakan ia siap menyerang negara tersebut jika kesepakatan tidak tercapai.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan dia enggan menerapkan kesepakatan itu karena adanya ancaman. Jika suatu saat AS menyerang, Iran pun siap berperang.

“Amerika Serikat selalu mengatakan telah mengirim kapal perang ke Iran. Tentu saja kapal perang adalah peralatan militer yang berbahaya,” tulis Khamenei dalam postingan di X pada hari Kamis.

“Namun yang lebih berbahaya dari kapal perang adalah senjata yang menenggelamkan kapal perang tersebut ke dasar laut.”

(rds)