Jakarta, Pahami.id —
tentara Thailand membongkar basis penipuan di O’Smach, Kamboja, yang meniru kantor polisi Singapura, pada Selasa (3/2).
Markas enam lantai ini pernah direbut tentara Thailand saat pertempuran antara Thailand dan Kamboja pada Desember 2025. Beberapa ruangan dibuat menyerupai pos polisi dari berbagai negara, antara lain Brazil, China, Australia, dan Singapura.
“Pihak berwenang Thailand menemukan fasad yang menyerupai polisi lingkungan Singapura,” kata polisi Singapura dalam pernyataannya setelah menerima laporan dari pihak Thailand, seperti dikutip dari Selat Times.
Beberapa gambar yang diambil media lokal menunjukkan latar belakang biru dengan tulisan “Police Woodlands East NPC” di samping replika lambang Kepolisian Singapura.
Selain itu, lebih dari 800 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi internasional tanpa nama, serta lencana dan seragam polisi palsu, juga disita, lapor Reuters.
Seorang pejabat senior militer Thailand mengatakan gedung itu menampung ribuan orang, banyak di antaranya adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan penipuan.
Markas besar penipu juga dipenuhi dengan dokumen, termasuk daftar panjang target potensial beserta rincian kontak mereka dan naskah dialog penipuan.
Kepolisian Singapura mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang melibatkan penyamaran sebagai petugas polisi Singapura, dan tidak berbagi perangkat telepon seluler dengan orang asing.
Pejabat pemerintah Singapura juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah meminta masyarakat untuk membagikan informasi login bank dan melakukan transfer uang melalui aplikasi tidak resmi.
(rnp/hari)

