Berita Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan

by
Berita Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan


Jakarta, Pahami.id

Taiwan Dan Cina Mereka kembali bertengkar setelah kapal penjaga pantai masing-masing saling menghadang di dekat Pulau Pratas.

Penjaga pantai Taiwan pada Minggu (25/5) melaporkan situasi tersebut telah berlangsung selama dua hari terakhir di “perairan terlarang” Pratas, yang juga dikenal sebagai Pulau Dongsha.


“Kedua belah pihak terlibat dalam konfrontasi verbal yang sengit mengenai kedaulatan atas radio,” kata penjaga pantai Taiwan seperti dikutip dalam sebuah pernyataan. AFP.

Menurut Taipei, seorang operator radio Tiongkok memberi tahu kapal Taiwan, Taichung, bahwa kapal mereka, CCG-3501, sedang dalam misi patroli rutin dan meminta untuk tidak diganggu.

Kapal Taiwan kemudian menanggapinya dengan menyatakan, “Perilaku Anda sebenarnya membuktikan bahwa perdamaian Tiongkok adalah palsu, dan komunitas internasional tidak akan mendukung Anda.”

Hingga laporan ini dibuat, kapal Taichung masih terhubung dengan kapal CCG-3501.

Namun, beberapa jam setelah laporan tersebut, penjaga pantai Taiwan melaporkan bahwa CCG-3501 telah keluar dari perairan yang disengketakan.

Taipei menguasai Pulau Pratas, namun Beijing juga mengklaim pulau tersebut. Beijing mengklaim kepemilikan pulau tersebut beserta sebagian besar jalur perairan strategis di sana.

Pulau Pratas terletak di bagian utara Laut Cina Selatan.

Kantor keamanan Taiwan pada Sabtu (23/5) melaporkan bahwa Tiongkok telah mengerahkan lebih dari 100 kapal angkatan laut, penjaga pantai, dan kapal lainnya di perairan yang membentang dari Laut Kuning hingga Laut Cina Selatan dan Pasifik Barat.

Penempatan ini dilakukan sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14 Mei.

Trump telah memicu kegelisahan di Taiwan dengan menggunakan penjualan senjata AS ke Taipei sebagai alat tawar-menawar dengan Tiongkok. Tiongkok selalu mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan mengancam akan merebutnya dengan kekerasan jika diperlukan.

Sejak itu, Taiwan bersikeras mempertahankan status quo dan menekankan bahwa Tiongkok adalah penyebab ketidakstabilan di kawasan.

(blq/rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google