Jakarta, Pahami.id —
Bos perusahaan di CinaCui Peijun. membagikan bonus akhir tahun senilai 180 juta yuan atau sekitar Rp. 440 miliar dengan cara yang luar biasa.
Dari total bonus tersebut, sebesar 60 juta yuan (Rp 147 miliar) disebar di atas meja dan mengajak para pekerja di Henan Kuangshan Crane Co. Ltd. bebas menarik uang dalam batas waktu tertentu.
Pada acara tersebut, disiapkan 800 meja perjamuan yang mampu menampung kurang lebih 7.000 orang. Karyawan menghitung uang mereka sendiri. Berapa pun yang berhasil mereka hitung, itulah yang bisa mereka bawa pulang.
Video yang beredar memperlihatkan para pekerja menghitung tumpukan uang di meja panjang, sementara yang lain membawa segepok uang di atas panggung yang sulit mereka bawa.
Dalam acara tersebut, bos perusahaan Cui Peijun juga meminta tambahan bonus uang tunai.
“Kenapa kita bagi-bagi mesin cuci? Tahun-tahun sebelumnya kita bagi-bagi kalung dan cincin. Cukup bawa uang tunai dan tiap orang tambahan 20.000 yuan (sekitar Rp 49 juta),” ujarnya seperti dikutip dari Pos Pagi Tiongkok Selatan.
Laba perusahaan pada tahun 2025 dilaporkan mencapai 270 juta yuan (Rp 661 miliar), artinya hampir 70 persen keuntungan dibagikan kepada 7.000 karyawannya.
Pada tahun 2024, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 260 juta yuan (Rp 637 miliar), dimana 170 juta yuan (Rp 416 miliar) dibagikan kepada karyawan.
Kebiasaannya yang rutin membagikan uang tunai dan berbagai tunjangan membuat Cui mendapat julukan bos yang gemar memberi uang.
Menanggapi hal tersebut, Cui mengatakan dia hanya ingin membantu pekerja muda yang terbebani dengan cicilan mobil dan pinjaman rumah.
Aksinya menuai decak kagum masyarakat. Beberapa netizen menjulukinya sebagai “Dewa Kekayaan”, sementara yang lain berpendapat bahwa memperlakukan karyawan dengan baik lebih efektif daripada beriklan.
Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. didirikan pada September 2002 dan beroperasi sebagai produsen dan pemasok layanan derek dan produk penanganan material yang beroperasi di lebih dari 130 negara. Cui diketahui menguasai sekitar 98,88 persen saham perusahaan tersebut.
(membaca)

