Berita Survei Ungkap Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia

by
Berita Survei Ungkap Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia


Jakarta, Pahami.id

Sebuah jajak pendapat menyebut Israel sebagai negara yang paling tidak disukai di dunia di tengah agresi dan serangan brutalnya terhadap negara-negara tetangga seperti Palestina, Lebanon, dan Israel. Iran.

Survei yang dirilis Nira Data menjadikan Israel sebagai negara dengan persepsi negatif terburuk di dunia. Di atas Israel ada Korea Utara, lalu Afghanistan, Iran, dan Amerika Serikat.


Israel mendapat skor -24 dalam skor persepsi global. Peringkat keempat ada Korea Utara dengan skor -19, Afghanistan dengan skor -19, Iran dengan skor -16, lalu Amerika Serikat dengan skor -16.

Nira Data merilis penelitian persepsi demokrasi dan negara pada tahun 2026 yang melibatkan 46.667 responden. Mereka diminta menilai bagaimana persepsi 129 negara dan tiga organisasi di seluruh dunia.

Keputusan tersebut merupakan tanda semakin dalamnya isolasi komunitas internasional terhadap Israel, yang melancarkan agresi brutal terhadap Palestina, katanya. Pemantau Timur Tengah (MEMO)Rabu (13/5).

Citra global Israel pun merosot drastis setelah berbagai organisasi internasional seperti PBB dan organisasi yang fokus pada hak asasi manusia memberikan peringatan terhadap kekuatan Zionis.

Mahkamah Internasional juga telah memperingatkan adanya pelanggaran serius terhadap hukum internasional akibat tindakan Israel.

Selama invasi, pasukan Israel menyerang warga sipil dan objek-objek sipil seperti sekolah, tempat ibadah, dan kamp pengungsi. Akibat serangan ini, lebih dari 72.000 orang di Palestina tewas dan jutaan orang harus mengungsi.

Israel juga sepenuhnya memblokir bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza, sehingga menyebabkan penduduknya kelaparan. Serangkaian aksi mereka memicu krisis pangan di Palestina.

Di tengah invasi ini, Israel menyerang Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran.

Pada akhir Februari, Israel dan sekutu dekatnya Amerika Serikat juga melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Akibat operasi ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi pertahanan tewas.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google