Berita Sugiono Sebut RI Negosiasi dengan Pembajak Somalia Bebaskan ABK WNI

by
Berita Sugiono Sebut RI Negosiasi dengan Pembajak Somalia Bebaskan ABK WNI


Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyatakan, pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan semua pihak termasuk kelompok bajak laut dalam upaya penyelamatan empat anak buah kapal Indonesia (WNI) yang disandera di Somalia.

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Rabu (20/5), Sugiono menjelaskan pemerintah Indonesia berupaya agar langkah intensif yang dilakukan bisa berujung pada pembebasan WNI korban pembajakan kapal di Somalia dengan aman.


Kami sudah berkomunikasi termasuk langsung dengan para pembajak, kata Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Dalam perundingan ini, Kemlu juga melibatkan perwakilan RI antara lain KBRI Nairobi di Kenya serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan, untuk mengoptimalkan upaya menjamin keselamatan dan penyelamatan awak kapal MT Honor 25 WNI.

Pada tanggal 30 April, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah menyatakan, keempat WNI korban pembajakan kapal MT Honor 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasusnya masih berjalan.

Awak kapal yang dibajak terdiri dari empat warga negara Indonesia, 10 warga Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar. Keempat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kementerian Luar Negeri RI juga telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebutuhan logistik WNI yang disandera terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayar oleh majikan mereka.

Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal yang terjadi pada 22 April di perairan sekitar Hafun, timur laut Somalia.

Penanganan kasus ini masih terus berlanjut dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat dan pelaku usaha terkait, serta tetap mengutamakan keselamatan awak kapal.

Heni memastikan koordinasi dengan pihak terkait di Tanah Air juga terus dilakukan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google