Jakarta, Pahami.id —
Aksi pelemparan bom Molotov terjadi di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (3/2).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Polsek Kubu Raya langsung menuju lokasi untuk menyelidiki dan olah TKP. Pelaku yang diduga melemparkan molotov di lingkungan sekolah pun ditangkap dan diperiksa polisi.
Sementara itu, pada Rabu (4/2), pihak sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pasca peristiwa pelemparan bom molotov kemarin. Kebijakan ini diambil karena masih adanya kekhawatiran di kalangan siswa dan guru.
“Sekolah memutuskan untuk memindahkan kegiatan pembelajaran secara daring selama dua hari ke depan,” kata Kepala SMP 3 Sungai Raya, Lily, Rabu pagi seperti dikutip dari detik Kalimantan.
Lily menjelaskan, ledakan bom molotov terdengar saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Seingatnya, ada empat kali ledakan yang menyebabkan suasana di sekolah mencekam dan menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan guru.
“Untuk menghindari kepanikan tersebut, pembelajaran dipindahkan dari rumah. Apabila situasi aman dan dapat dilakukan pada hari Jumat, kami akan melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Siswa diminta bersekolah seperti biasa,” ujarnya.
Langkah PJJ ini telah disetujui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Syarif Muhammad Firdaus Alkadrie mengatakan, keputusan ini tepat untuk menjaga keselamatan siswa.
“Untuk menjaga keselamatan para siswa, proses pembelajaran sementara akan dilakukan secara jarak jauh (online) selama dua hari ke depan, hingga situasi benar-benar aman dan kondusif,” ujarnya.
Syarif menegaskan, kebijakan ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan. Pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan apabila situasi sudah dianggap aman bagi seluruh warga sekolah.
“Nanti kalau situasi sudah benar-benar normal, kami akan melanjutkan pembelajaran seperti biasa,” ujarnya.
Korban yang terluka
Akibat ledakan bom molotov kemarin, Lily mengatakan ada seorang pelajar yang mengalami luka ringan setelah menginjak paku karena panik saat mendengar ledakan.
Kemarin pelajar tersebut mendapat perawatan medis dan diperbolehkan pulang.
“Korban sudah dirawat dan diperbolehkan pulang, begitu pula siswa lainnya dipulangkan sebagai tindakan pencegahan,” ujarnya.
Selasa, Wakil Kapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni mengatakan, tim dari Laboratorium Forensik Kabar Polres dan Tim Inafis Polres Kubu Raya telah mengambil sampel dan melakukan olah TKP.
Selain itu, polisi juga berhasil menangkap tersangka untuk mencegah keributan lebih lanjut. Pelaku pun diinterogasi intensif oleh polisi.
“Terdakwa merupakan siswa aktif di sekolah tersebut,” kata Andri.
Polisi masih menyelidiki motif ledakan dan mendalami kasus ini lebih lanjut.
“Sampai saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena semuanya masih dalam penyelidikan,” kata Andri.
“Para terduga pelaku telah diamankan di Polsek Kubu Raya. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi awal, tersangka diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Namun polisi belum menyimpulkan motif dan latar belakang aksi tersebut.
“Saat ini ada salah satu tersangka mahasiswa, tapi masih kita dalami. Apakah ini terorisme atau lainnya, saat ini belum sampai pada level itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kasubbag Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, pelaku mendatangi lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi minyak yang dinyalakan di halaman sekolah.
Saat kejadian, terlihat percikan api dan asap di sekitar lokasi. Beruntung pihak sekolah bersama warga setempat bertindak cepat melakukan pengendalian awal sehingga api tidak meluas hingga ke gedung induk sekolah. Terduga pelaku kemudian langsung ditangkap.
“Tidak ada korban jiwa. Situasi cepat terkendali,” ujarnya.
Baca berita selengkapnya Di Sini Dan Di Sini.
(fra)

