Jakarta, Pahami.id —
Kepala eksekutif operasi perang narkoba mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte, Bato Dela Rosa, kabur dari Senat saat menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Presiden Majelis Senat Filipina, Alan Peter Cayetano, mengatakan Dela Rosa melarikan diri dari gedung Senat setelah berlindung di gedung parlemen untuk menghindari penangkapan oleh ICC. Dela Rosa dicari oleh ICC atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan selama operasi perang narkoba Duterte.
“Sersan TNI telah memastikan bahwa Senator Bato sudah tidak ada lagi di dalam gedung,” kata Presiden Senat Alan Peter Cayetano dalam konferensi pers, Kamis (14/5), seperti dikutip AFP.
Cayetano mengatakan istri Dela Rosa mengirimkan pesan konfirmasi bahwa suaminya telah meninggalkan gedung Senat. Ia mengatakan, keberadaan Dela Rosa yang keluar dari Majelis Nasional baru diketahui pada Kamis pagi.
Dia tidak mengungkapkan ke mana Dela Rosa pergi dan dengan marah membantah tuduhan bahwa pimpinan Senat membantu senator melarikan diri dan menghindari pejabat pemerintah yang mencoba menangkapnya.
Senat juga membenarkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Dela Rosa atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan.
Pada Rabu malam, kerusuhan juga terjadi di Senat Filipina saat pengejaran Dela Rosa.
Seorang petugas polisi dan personel Biro Investigasi Nasional (NBI) melepaskan tembakan peringatan ke udara dalam konfrontasi yang menegangkan di kompleks Senat ketika mencoba menangkap DelaRosa.
Kejadian ini bahkan memaksa para legislator untuk berlindung di kantornya masing-masing.
Dela Rosa menjabat sebagai kepala polisi Filipina pada 2016-2018 selama dua tahun pertama operasi antinarkoba Duterte. Operasi tersebut dilaporkan telah menewaskan ribuan orang yang diduga melakukan kejahatan narkoba tanpa melalui pengadilan dan proses hukum.
Dela Rosa sendiri menghilang dari pandangan publik sejak November tahun lalu.
Namun, dia muncul kembali di Senat pada hari Senin dan hampir ditangkap oleh pejabat pemerintah yang mengejarnya menaiki tangga gedung.
Dela Rosa mengatakan dia akan melawan upaya penangkapan dan menyerahkannya ke ICC yang berbasis di Belanda.
Duterte sendiri ditangkap ICC pada Maret tahun lalu dan diterbangkan ke Belanda, di mana ia saat ini ditahan di Den Haag sambil menunggu persidangan.
(rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

