Berita Sekda DKI Minta Dinas Seriusi Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung

by
Berita Sekda DKI Minta Dinas Seriusi Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung


Jakarta, Pahami.id

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI. Jakarta Uus Kuswanto meminta Kementerian Keamanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) menyikapi secara serius fenomena spesies invasif Ikan Penyapu di Sungai Ciliwung.

Kehadiran spesies tersebut dinilai mampu merusak keseimbangan ekosistem sungai yang membelah wilayah Jakarta.


Fenomena ini menarik perhatian karena ikan penyapu seringkali mendominasi perairan yang tercemar sehingga memicu kekhawatiran akan keamanan konsumsi masyarakat.

Uus mengatakan, dugaan dominasi ikan sapu di Sungai Ciliwung memerlukan koordinasi seluruh perangkat daerah (OPD) untuk serius menangani penyebab permasalahan sampah tersebut.

Nanti bisa diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP). Ikan penyapu biasanya muncul di sungai-sungai yang bermasalah sampah. Ini perlu ditindaklanjuti, kata Uus, Rabu (4/2) dikutip dari laman informasi resmi Pemprov DKI. Beritajakarta.

Uus juga menekankan pentingnya pemeriksaan langsung di lapangan oleh KPKP untuk memastikan ikan dari sungai tersebut aman dikonsumsi. Sehingga, lanjutnya, masyarakat Jakarta merasa aman.

Nanti saya minta KPKP mengecek langsung ke lapangan, kata Uus.

Keterlibatan warga

Uus juga meminta jajaran organisasi daerah di lingkungan Pemprov DKI menindaklanjuti keterlibatan warga yang selama ini membantu mengintervensi populasi ikan penyapu di Sungai Ciliwung.

Sebelumnya, Dinas KPKP mengingatkan ikan sapu-sapu hasil tangkapan liar di Sungai Ciliwung tidak layak dikonsumsi.

Hal ini disebabkan tingginya risiko pencemaran logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, bakteri E.coli dan mikroplastik dari limbah industri.

Sejumlah ahli menilai ikan sapu bisa dimakan jika dipelihara secara terkendali dan baik. Namun tidak demikian halnya dengan ikan yang hidup di sungai tercemar yang tidak menjalani pengendalian mutu dan keamanan pangan.

Akumulasi bahan kimia berbahaya seperti mikroplastik dan limbah industri di dalam tubuh ikan berpotensi menyebabkan keracunan kronis dan gangguan kesehatan yang serius jika dikonsumsi secara rutin.

Beberapa waktu lalu, salah satu warga Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) yang juga dikenal sebagai ‘tukang jagal ikan sapu Ciliwung’, Arief, menilai permasalahan sapu lidi tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional seperti yang dilakukannya, melainkan perlu penelitian untuk menemukan cara pengendalian yang paling efektif.

“Siapa tahu namanya pemerintah, banyak orang pintar. Ilmuwan mungkin bisa meneliti cara yang paling ampuh untuk memberantasnya atau mungkin misalnya membuat mereka mandul jantan, atau tidak, mungkin ada racun khusus,” ujarnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Di sela-sela kesehariannya, Arief yang juga dikenal sebagai pembuat konten lingkungan kerap menyelam ke Sungai Ciliwung untuk berburu ikan sapu dan memusnahkannya.

Arief menyelam ke sungai seorang diri, terkadang bersama teman-temannya, dengan peralatan seadanya.

Arief juga berharap masyarakat berhenti membuang sampah sembarangan demi menyelamatkan ekosistem dan menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.

Ia menyadari banyak permasalahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang membutuhkan anggaran besar seperti pengelolaan sampah rumah tangga dan infrastruktur sanitasi yang memerlukan tindakan pemerintah.

Namun, sekadar ‘jangan membuang sampah ke sungai’ tidak berarti uang membantu dan melestarikan Sungai Ciliwung.

“Banyak hal, banyak permasalahan di Sungai Ciliwung yang butuh uang penyelesaiannya. Ya, hanya satu yang tidak butuh uang, jangan membuang sampah sembarangan. Itu tidak pakai uang,” kata Arief.

(anak/anak-anak)